BANJARMASIN – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalsel bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sepakat menambah pos pendapatan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kalsel tahun 2026 sebesar Rp1,8 triliun. Tambahan ini diambil dari perkiraan minimal Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) tahun 2025.
Dengan tambahan tersebut, proyeksi pendapatan RAPBD Kalsel 2026 naik menjadi Rp9,04 triliun, dibanding proyeksi sebelumnya Rp7,24 triliun. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat antara Banggar dan TAPD yang berlangsung cukup alot di Banjarmasin, Selasa (11/11) malam.
Dalam sesi tanya jawab, anggota Banggar dari Fraksi PKB, Suripno Sumas, menegaskan bahwa berdasarkan kalkulasi sebelumnya terdapat sisa anggaran sekitar Rp2,4 triliun dari total dana Rp4,7 triliun, dengan asumsi serapan SKPD mencapai 90 persen hingga akhir Desember 2025.
“Jelas terlihat ada sisa dana Rp2,4 triliun. Kalau dibagi dua, Rp1,2 triliun bisa dimasukkan dalam APBD 2026,” ujarnya.
Wakil Ketua Banggar HM Alpiya Rakhman menambahkan, nilai SILPA bahkan bisa lebih besar jika memperhitungkan dana bagi hasil (DBH) dan sisa transfer ke daerah (TKD) di akhir tahun. “Hitungan kemarin bisa lebih dari Rp2 triliun untuk ditambahkan,” tandasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala BPKAD Fatkhan menyatakan sepakat. “Dana SILPA sebesar Rp1,6 triliun ditambah Rp200 miliar dari pemasukan lain, sehingga total Rp1,8 triliun,” jelasnya.
Ketua Banggar DPRD Kalsel H Supian HK menyambut baik kesepakatan ini. Ia berharap penambahan pendapatan mampu menopang belanja pembangunan, dan tidak menutup kemungkinan nilainya bertambah lagi jika kondisi keuangan daerah semakin kuat.
Sementara itu, Ketua TAPD sekaligus Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengakomodasi kebutuhan belanja SKPD, terutama program prioritas di bidang pertanian, olahraga, dan kesehatan. “Dana pendamping untuk rumah sakit Ulin dan Ansari Saleh tetap kita sediakan. Kalau dana ada, pasti kita tambah untuk mendukung pembangunan,” pungkasnya.
Sisi lain, Gubernur Kalsel, Muhidin menyatakan, bunga deposito yang ada di Bank Kalsel dimasukkan ke dalam APBD 2026 mendatang. Dia menyebut, sampai Rabu (12/11), bunga deposito nilainya mencapai Rp92 miliar. “Dimasukkan dalam anggaran tahun depan,” ujarnya.
Editor : Arief