BANJARMASIN – DPC Partai Gerindra Kota Banjarmasin bersuara tegas terkait rencana Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi yang ingin bergabung ke Gerindra.
Sikapnya jelas, mantan Menteri Koperasi itu tidak bisa langsung masuk begitu saja.
Ketua DPC Gerindra Banjarmasin, Muhammad Yamin HR menegaskan bahwa Gerindra punya sejarah dan jalur perjuangan panjang.
“Gerindra dibangun dari 2008. Dibangun Pak Prabowo untuk memperjuangkan hak rakyat. Beliau berkali-kali berjuang. Kekuasaan itu dipakai untuk membela rakyat,” ujar pria yang biasa disapa Yamin ini, Minggu (9/11) sore.
Karena itu, kata Wali Kota Banjarmasin periode 2024-2029 ini, tak adil jika ada yang ingin ke Gerindra secara mendadak. “Partai ini sudah berdiri 18 tahun. Tidak bisa sekonyong-konyong orang masuk,” tekannya.
Terkait polemik Budi Arie, Yamin memastikan DPC tidak bicara ranah hukum personal. “Kalau itu benar-benar demi kepentingan rakyat Indonesia, secara pribadi saya bisa terima. Tapi soal hukum bukan ranah saya. Semuanya kita kembalikan ke Ketua Umum,” katanya.
Namun tegasnya, Gerindra bukan tempat berlindung pribadi. “Kalau ada yang bertolak belakang dengan visi misi partai, atau hanya jadi alat kepentingan pribadi, kami menolak,” ujarnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin ini menyebut, penolakan ini satu garis dengan sikap DPD Gerindra Kalimantan Selatan. Bahkan sudah dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
“Kita satu komando dengan DPD. Dan itu langsung. Tidak ada pembicaraan dengan ketua DPC di kabupaten/kota lain di Kalsel,” jelasnya.
Meski demikian, keputusan final tetap berada di tangan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. “Hati dan naluri beliau hanya untuk rakyat Indonesia,” ujarnya.
Namun jika pada akhirnya Prabowo memutuskan menerima atau tidak, DPC tidak bisa menerka. “Itu keputusan beliau. Kita hanya menjaga garis perjuangan,” tutup Yamin.
Editor : Muhammad Syarafuddin