BANJARBARU - Wacana Ketua Umum Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi bergabung ke Partai Gerindra menuai penolakan dari kader Partai Gerindra di daerah.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Banjarbaru menilai langkah tersebut sarat kepentingan pribadi dan dinilai hanya mencari perlindungan politik.
Ketua DPC Partai Gerindra Banjarbaru, Neni Hendriyawaty menegaskan bahwa partainya adalah organisasi yang mengedepankan proses pengkaderan dan perjuangan.
“Kami mendapat banyak masukan dari kader agar jangan sampai orang bergabung hanya untuk dekat dengan kekuasaan atau mencari keuntungan pribadi,” ujar Neni dalam keterangan, Sabtu (8/11/2025) pagi di Banjarbaru.
Menurut dia, kader Gerindra dibentuk dengan nilai perjuangan oleh Ketua Umum Prabowo Subianto.
Tujuannya untuk membantu rakyat, meningkatkan kesejahteraan, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya.
“Kami membesarkan partai ini dengan peluh dan keringat. Jangan sampai ketika Pak Budi Arie bergabung hanya untuk mencari tempat perlindungan atau kepentingan pribadi, lalu mencederai kepercayaan publik kepada Gerindra,” tegasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris DPC Gerindra Banjarbaru, Hindera Wahyudin menilai niat Budi Arie bergabung terkesan pragmatis.
“Dari caranya menyampaikan, terlihat lebih ke mencari perlindungan. Bahkan berharap tetap mendapat posisi penting di bawah pemerintahan Presiden Prabowo,” ucapnya.
Hindera menambahkan Partai Gerindra memang terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat sebagai warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun.
Namun ia menegaskan, setiap kader wajib memahami arah perjuangan partai. “Gerindra menerima siapa saja, selama niatnya tulus mengabdi untuk bangsa dan negara,” tegas Hindera.
Selain di Banjarbaru, lanjut Hindera, gelombang penolakan serupa bahkan juga muncul dari kader Gerindra dari daerah lain.
“Karena mengingat rekam jejak Budi Arie akhir-akhir ini menjadi sorotan publik, sikap yang sama juga sudah mulai bermunculan dari para kader Gerindra di daerah lain,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, berencana bergabung menjadi kader Partai Gerindra pimpinan Prabowo Subianto.
Dikutip dari Jawa Pos, langkah politik ini disampaikan Budi Arie setelah dirinya kembali terpilih sebagai Ketua Umum Projo secara aklamasi di Jakarta, pada Minggu (2/11/2025) lalu.
"Saya meminta izin kepada seluruh anggota Projo untuk saya bergabung ke Partai Gerindra," kata Budi Arie.
Terkait rencananya keinginan untuk bergabung menjadi kader Gerindra, ia berencana akan berkunjung menemui Presiden RI Prabowo Subianto
Ia pun meyakini, banyak dari relawan Projo akan bergabung menjadi kader Gerindra. "Kalau ketua umumnya masuk, banyak yang ngikut," tuturnya.
Budi juga memastikan rekomendasi dari Kongres Projo 2025 juga akan diserahkan kepada Presiden Prabowo.
Editor : Fauzan Ridhani