BANJARMASIN – Kursi Sekretaris DPRD (Sekwan) Banjarmasin yang tengah lowong menjadi buah bibir di gedung dewan di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah.
Sejak Iwan Ristianto hijrah ke Pemprov Kalimantan Selatan, posisi strategis itu masih kosong.
Tak ada kejelasan siapa yang bakal menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Sekwan untuk menggantikan Iwan sementara waktu.
Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan final di tingkat pimpinan. Komunikasi lintas fraksi pun masih berjalan.
"Belum ada komunikasi final antara unsur pimpinan dan fraksi. Kalau pun ada nama yang muncul, belum tentu langsung diterima. Kami ingin ada fit and proper test dulu," ujarnya, Kamis (16/10).
Mantan Ketua DPRD Banjarmasin periode 2019-2024 itu menilai, kunci penyelesaian persoalan ini ada pada komunikasi dan keterbukaan antar unsur pimpinan. Sebab jika itu tidak berjalan baik maka akan sulit mencapai kesepakatan.
"Kami intens membangun komunikasi, juga mendengarkan masukan dari pimpinan fraksi. Semua harus diakomodir," katanya.
Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Banjarmasin ini optimis, kekosongan kursi sekwan tak akan berlangsung lama. Asalkan, kata dia, setiap pihak mau terbuka. Berkaca pada pengalaman sebelumnya, hal itu tidak terlalu rumit.
"Kalau komunikasi berjalan baik dan terbuka, insyaallah hasilnya juga baik," ucapnya.
Kosongnya kursi Sekwan bukan hanya perkara administrasi semata, tapi juga menyangkut ritme kerja lembaga wakil rakyat. Tanpa Sekwan, koordinasi antara eksekutif dan legislatif bisa tersendat. Dokumen penting, proses keuangan, hingga agenda sidang berpotensi molor.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief