MARABAHAN – Suhu politik di internal Partai Golkar Barito Kuala (Batola) mulai memanas menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan pertengahan Oktober 2025. Dua figur kuat disebut siap bertarung memperebutkan kursi Ketua DPD Golkar Batola adalah Syarif Faisal dan Herman Susilo.
Syarif Faisal, politisi muda empat periode anggota DPRD Batola, menyatakan siap maju dan mengklaim telah mengantongi dukungan mayoritas pengurus kecamatan dan organisasi sayap partai.
“Dari 17 kecamatan, ada 12 yang sudah menyatakan dukungan, ditambah AMPI, Kosgoro, MKGR, dan Dewan Pertimbangan. Total 15 suara. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk maju,” ujar Faisal, Sabtu (11/10).
Untuk memperkuat langkah politiknya, Faisal melakukan ziarah ke makam tokoh senior Golkar Kalsel, H Sulaiman HB, dan menemui ulama karismatik KH Asqalani untuk meminta restu. “Beliau menyampaikan pesan agar saya lanjut. Insya Allah saya siap memimpin Golkar Batola,” ucapnya.
Faisal juga menegaskan pentingnya kompetisi yang sehat dalam Musda. “Kalau semua calon memenuhi syarat sesuai AD/ART dan PO Partai, itu bagian dari demokrasi. Tapi kalau ada yang menyalahi aturan, tentu harus diluruskan,” tegasnya.
Sementara itu, Herman Susilo, Wakil Bupati Batola yang juga kader Golkar, mulai menunjukkan manuver politiknya. Meski diusung PAN saat Pilkada, Herman menegaskan dirinya bagian dari keluarga besar Golkar.
Ia menggelar silaturahmi dengan pengurus Golkar Batola di RM Pawon Tlogo, Handil Bakti, dihadiri sejumlah elite partai, termasuk Ketua DPRD Batola Ayu Dyan Liliana W. “Silaturahmi ini penting. Golkar punya peran besar dalam pembangunan Barito Kuala. Kita ingin menyatukan langkah untuk kemajuan daerah,” ujar Herman.
Meski menepis bahwa pertemuan itu terkait pencalonan, Herman tak menutup peluang maju. “Kalau pengurus dan masyarakat menginginkan, saya siap. Tapi saat ini fokus saya tetap sebagai wakil bupati,” pungkasnya.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief