BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin menyerukan peningkatan kewaspadaan masyarakat menghadapi musim pancaroba yang rawan memicu penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).
Anggota DPRD Banjarmasin Rahman Nanang Riduan menegaskan, kondisi cuaca yang berganti cepat antara hujan dan panas menciptakan habitat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. “Genangan air dari hujan bisa menjadi tempat nyamuk bertelur. Kalau kita lengah, bukan mustahil DBD kembali merebak,” ujarnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengimbau warga untuk rutin melakukan Gerakan 3M Plus — menguras, menutup, dan mengubur tempat air — serta langkah tambahan seperti menggunakan kelambu, obat anti nyamuk, atau memelihara ikan pemakan jentik. “Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas kebersihan,” tegasnya.
Nanang juga mendesak Pemkot Banjarmasin agar memperkuat kesiapsiagaan kesehatan melalui penyediaan fogging di wilayah rawan, peningkatan edukasi Puskesmas, dan pemberdayaan kader Posyandu. “Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak,” pesannya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Banjarmasin drg Emma Ariesnawati menambahkan, sejak Oktober tren kasus DBD mulai naik dengan 15 kasus tercatat hingga September. Meski lebih rendah dari 2024, Banjarmasin tetap termasuk daerah endemis.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 400.7.9.2/439/P2P/Dinkes tentang Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. “Kunci pencegahan tetap pada perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief