BANJARMASIN – Setelah terbagi dua kubu berseberangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya menemui titik damai.
Dua kubu resmi islah usai terbitnya SK Menteri Hukum dan HAM yang menetapkan Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum, dan Agus Suparmanto sebagai Wakil Ketua Umum.
Kabar itu langsung disambut penuh syukur oleh para kader di daerah.
Ketua DPC PPP Kota Banjarmasin, Abdurrasyid Ridha menyebut keputusan ini menjadi angin segar setelah dihantui konflik internal.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Kami sudah lelah dengan persoalan di internal partai. Islah ini membawa harapan baru bagi seluruh kader,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).
Ridha menilai langkah rekonsiliasi di tingkat DPP membuat kader di bawah lebih tenang dan tidak lagi bingung menyikapi arah partai.
“Mudah-mudahan lewat mukernas nanti, semua program partai bisa seirama dari pusat hingga ranting,” ucapnya.
Ia mengakui, selama masa dualisme, banyak kader di akar rumput merasa cemas dan gamang.
Informasi simpang siur di media sosial membuat mereka terus bertanya-tanya soal keabsahan kepemimpinan.
“Teman-teman di ranting sempat khawatir. Saya hanya bisa bilang, bersabar dan berdoa agar PPP diberi jalan terbaik,” katanya.
Selama konflik berjalan, DPC PPP Banjarmasin memilih bersikap netral, tidak berpihak ke salah satu kubu, sambil menunggu keputusan resmi pemerintah.
“Kami duduk di tengah, tidak pro ke mana-mana. Dan sekarang Alhamdulillah, semuanya sudah legowo dan sepakat islah,” tambahnya.
Kini, struktur kepengurusan PPP pusat kembali solid.
Selain Mardiono dan Agus Suparmanto, posisi Sekretaris Jenderal ditempati Taj Yasin Maimoen.
Sementara Imam Fauzan menjabat Bendahara Umum.
Ridha menegaskan, DPC PPP Banjarmasin siap tegak lurus menjalankan instruksi dari DPP hingga ke ranting.
“Sekarang saatnya kami fokus menyongsong Muktamar IX dengan semangat persatuan,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto