Wakil Ketua I DPRD Banjar, Irwan Bora, mendesak pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Banjar segera direalisasikan. Menurutnya, lonjakan kasus narkotika di daerah itu sudah mencapai tahap mengkhawatirkan dan tak bisa lagi ditangani dengan pola konvensional.
“Sudah saatnya BNN hadir di Kabupaten Banjar. Ini penting untuk memperkuat upaya pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba,” tegas Irwan, Selasa (7/10).
Ia mengungkapkan, kasus peredaran 20 kilogram sabu senilai Rp35 miliar yang berhasil diungkap Polres Banjar pertengahan September lalu menjadi alarm keras bagi semua pihak. Karena itu, lembaga khusus seperti BNN dinilai mendesak agar koordinasi, rehabilitasi, dan penegakan hukum berjalan lebih efektif.
Irwan menambahkan, rencana pembentukan BNN Kabupaten Banjar sebenarnya sudah muncul sejak periode 2014–2019, namun tak kunjung terealisasi. DPRD, katanya, kini kembali mendorong pembahasan bersama pemerintah daerah dan pusat agar bisa diwujudkan pada 2026.
“Berbagai langkah sudah kami tempuh. Kami optimistis kehadiran BNN akan membawa perubahan besar dalam penanganan narkotika di Banjar,” ujarnya.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief