BANJARMASIN – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Wakhid Husaini meminta agar pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banjarmasin diperketat.
Rentetan kasus keracunan makanan di berbagai daerah menjadi alarm serius yang tak bisa diabaikan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Wakhid Husaini mengakui belum ada laporan kasus keracunan MBG di Banjarmasin.
"Tapi kami tak ingin hal itu terjadi di sini,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).
Politisi PKS itu menekankan pengawasan tidak cukup hanya dari internal penyedia jasa.
Peran lintas sektor, khususnya Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, juga harus dimaksimalkan.
“Kami akan berkoordinasi dengan kedua dinas, dan turun langsung meninjau dapur MBG,” tambahnya.
Kekhawatiran itu cukup beralasan. Data Badan Gizi Nasional (BGN) per 22 September mencatat, 4.711 siswa di berbagai wilayah Indonesia mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
Jumlah itu tersebar di Sumatera, Jawa, dan wilayah III (Kalimantan, Bali, Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua).
Sementara catatan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) lebih tinggi lagi, mencapai 6.452 siswa.
Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus terbanyak, disusul DIY, Jawa Tengah, Bengkulu, dan Sulawesi Tengah.
“Kami berharap Banjarmasin tetap aman, anak-anak sehat, dan program MBG berjalan sesuai tujuannya,” pesan Wakhid.
Editor : Eddy Hardiyanto