Lelang dimenangkan Mohammad Toha, warga Kelayan A Gang Sadar, Banjarmasin Selatan dengan penawaran tertinggi.
Ketua KPU HSS, Gusriadi, mengatakan lelang berlangsung Selasa (16/9) dengan hasil menggembirakan.
Baca Juga: Kas BRI Unit Senakin Ludes Rp1,6 Miliar, Dua Mantan Pegawai Didakwa Korupsi Rp2,5 Miliar
Paket logistik yang dilelang dengan limit Rp6,585 juta terjual seharga Rp6,985 juta.
"Satu paket logistik Pilkada 2024 tersebut dilelang dengan limit Rp6.585.000 dan terjual Rp6.985.000," kata Gusriadi saat dikonfirmasi, Jumat (19/9).
Pemenang lelang wajib melunasi pembayaran maksimal lima hari kerja setelah pengumuman. Batas waktu pelunasan hingga 23 September mendatang, termasuk bea lelang.
"Kalau tidak melunasi, maka akan dilelang ulang lagi," jelasnya.
Barang hasil lelang dapat diambil langsung di gudang logistik KPU HSS setelah pelunasan selesai.
Dengan terjualnya paket ini, seluruh logistik Pemilu dan Pilkada 2024 KPU HSS sudah habis.
Baca Juga: Kabar Gembira untuk PPPK dan Para Pensiunan, Ajukan Kredit di Bank Kalsel Dapat Voucher Belanja
"Jika satu paket logistik Pilkada 2024 hasil lelang ini dilunasi, maka logistik Pemilu dan Pilkada 2024 sudah tidak ada lagi," ucapnya.
Gusriadi menambahkan, sama seperti lelang paket logistik Pemilu 2024 sebelumnya, hasil penjualan tidak masuk rekening KPU.
Seluruh hasil lelang langsung disetor ke kas negara sesuai ketentuan peraturan lelang negara.
Baca Juga: Aksi Iseng Remaja Banjar Berujung Panik, Baut Mur Tersangkut di Jari Kelingking
"KPU hanya menerima risalah lelang, seluruh hasil lelang masuk ke kas negara," pungkasnya.
Prosedur lelang logistik pascapemilu merupakan bagian dari mekanisme standar untuk mengoptimalkan aset negara yang tidak terpakai.
KPU HSS telah menyelesaikan tahap akhir pengelolaan logistik Pilkada 2024. (*)
Editor : M. Ramli Arisno