MARTAPURA – Di tengah gegap gempita perayaan HUT ke-80 RI, terselip kisah pilu dari Desa Thaibah Raya, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar. Rumah kayu sederhana milik Nenek Arbaiyah, 84, nyaris roboh. Atap bocor dan dinding lapuk membuatnya harus menumpang tidur di rumah tetangga setiap kali hujan mengguyur.
Kondisi tersebut disaksikan langsung Anggota Komisi IV DPRD Banjar, Wahyu Akbar, saat berkunjung Senin (18/8). Politisi Partai Demokrat itu menyebut keadaan Arbaiyah sangat memprihatinkan. “Kalau hujan, air masuk ke dalam rumah. Beliau sampai harus mengungsi. Ini jelas tidak bisa dibiarkan,” ujarnya, Rabu (20/8).
Arbaiyah, dengan penglihatan yang kian berkurang, hanya bisa menunduk lirih ketika disambangi Wahyu. Keadaannya membuat sang legislator muda tak tinggal diam. Apalagi, Tatah Makmur merupakan daerah kelahirannya. “Ini dapil saya dan tanggung jawab moral saya. Saya akan perjuangkan agar rumah Nenek Arbaiyah masuk program bedah rumah pemerintah daerah,” tegasnya.
Wahyu menekankan, kunjungan itu menjadi pengingat pentingnya perhatian negara kepada warga lanjut usia. “Negara wajib hadir memastikan orang tua bisa hidup tenang di rumahnya sendiri. Kita harus pastikan lansia seperti beliau tidak lagi khawatir setiap kali hujan turun,” lugasnya.
Ia berharap pemerintah maupun pihak swasta semakin banyak meluncurkan program yang langsung menyentuh warga miskin dan lansia. “Tidak hanya Nenek Arbaiyah, semua masyarakat patut hidup aman dan nyaman di rumahnya sendiri,” tandasnya.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief