PELAIHARI - Sosok politisi senior Haji Muhammad Noor atau yang akrab disapa Haji Nurdin kembali mencuri perhatian publik Kalsel.
Setelah sekian lama "menghilang" dari panggung politik, pria kelahiran Batakan, 6 Maret 1969 ini dikabarkan membuat langkah mengejutkan, bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Langkah ini menjadi sorotan tajam, mengingat Haji Nurdin sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Tanah Laut (Tala), sebelum akhirnya menyatakan mundur pada akhir Agustus 2024.
Kini, setahun setelah keputusannya itu, ia kembali muncul dengan gebrakan baru.
Kabar bergabungnya Haji Nurdin ke PSI semakin kuat setelah beredar foto dirinya bersama Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Dalam potret yang ramai dibagikan di media sosial itu, keduanya tampak kompak mengenakan setelan putih-hitam khas PSI, sambil memegang map berlogo gajah berkepala putih, simbol baru semangat perubahan partai tersebut.
Saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin pada Kamis (7/8/2025) sore, Haji Nurdin membenarkan bahwa dirinya bergabung ke partai yang dipimpin putra bungsu Presiden Joko Widodo itu.
"Iya. Jadi Ketua DPW PSI Kalsel," ujarnya dengan singkat.
Masuknya Haji Nurdin ke PSI ini berpotensi mengubah peta politik di Kalsel secara signifikan.
Nama besar dan pengaruhnya di wilayah Bumi Tuntung Pandang tidak bisa dianggap remeh.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief