TANJUNG – Manuver politik Rizki Maulana, anak mantan Wakil Bupati Tabalong H Mawardi, menuju kursi Ketua DPD Golkar Tabalong makin terbuka lebar. Dukungan dari internal partai mengalir deras, dan hingga kini belum muncul calon penantang.
Namun, pengamat politik Kadarisman menilai, kekuatan Rizki bukan semata pada dukungan struktural, melainkan pada relasi kuasa yang membentuk peta kekuatan partai.
“Saya melihat dia justru akan lebih mulus seperti Hasnuryadi di Golkar Kalsel, karena lahir dari lingkar kekuasaan,” ujarnya, Senin (4/8).
Rizki adalah anak Ketua DPD Golkar Tabalong H Mawardi dan keponakan Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani. Ia juga punya rekam jejak organisasi, pernah memimpin AMPI Tabalong, dan kini duduk di DPRD.
Kadarisman menilai, dalam kalkulasi politik, faktor kedekatan dengan kekuasaan eksekutif kerap menjadi penentu dibanding aspek senioritas.
“Senior seperti H Jurni memang pantas, tapi politik tak hanya soal senior-junior. Ada faktor kedekatan dengan pusat kekuasaan yang lebih menentukan,” jelasnya.
Meski demikian, Kadarisman mengingatkan bahwa kekuatan personal tak cukup. Rizki tetap harus merangkul para elite senior jika ingin membangun Golkar lebih kuat. Apalagi, partai berlambang beringin itu gagal menambah kursi di DPRD pada Pemilu 2024.
“Alih-alih naik, kursi justru turun. Jadi, kepemimpinan baru harus bisa menyusun ulang strategi, termasuk pembagian peran dalam struktur partai,” tandasnya.
Rizki sendiri mengaku siap jika dipercaya menahkodai Golkar Tabalong. “Jika diberi amanah, saya siap. Kami akan kolaborasi dengan para senior,” katanya.
Ia juga menyebut, saat ini baru dirinya yang mendaftar sebagai calon ketua. Target politiknya pun tegas: merebut kembali kursi pimpinan DPRD. “Paling tidak, wakil ketua kami dapat,” cetusnya.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief