BATULICIN – Kehadiran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, tak hanya diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan gizi ribuan siswa.
Lebih dari itu, program ini dinilai dapat memicu geliat ekonomi lokal, terutama bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM setempat.
Anggota DPRD Tanah Bumbu dari Fraksi PKB, Andi Asdar Wijaya, menilai langkah konkret Polri menghadirkan dapur SPPG di Tanah Bumbu akan memberikan efek berlapis.
Manfaatnya, kata dia, bukan hanya untuk siswa di bangku sekolah, tapi juga langsung menyentuh ekonomi lokal kita.
“Supplier bahan pokok, petani, peternak, hingga nelayan pasti akan merasakan lonjakan permintaan,” kata Andi, Jumat (18/7).
Program makan bergizi Presiden RI Prabowo Subianto ini menargetkan 3.417 siswa di 13 sekolah mulai awal Agustus 2025.
Selain menyediakan makanan bergizi untuk mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar, program ini menciptakan pasar baru bagi produk pangan lokal.
Kapolres Tanah Bumbu AKBP Arief Prasetya menjelaskan, dapur SPPG dibangun untuk menjawab instruksi Kapolri dalam mendukung program nasional.
“Ini adalah dapur ketiga yang dibangun, dan persiapannya sudah hampir rampung,” ucap Arief.
Dapur tersebut akan melayani enam sekolah dasar, empat sekolah tingkat SLTP, dan tiga sekolah tingkat SLTA.
Saat ini, Polres Tanah Bumbu juga sedang menyeleksi 47 tenaga dapur melalui tes psikologi dan pemeriksaan riwayat hidup.
Kehadiran dapur SPPG juga dapat membuka peluang sirkulasi ekonomi baru. Tidak hanya sekadar soal distribusi nasi dan lauk, tetapi juga rantai pasok bahan mentah yang lebih terarah ke pelaku usaha lokal.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arif Subekti