Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lakukan Studi Komparasi ke Bali, DPRD Kalsel Lirik Pertanian Organik

M Oscar Fraby • Selasa, 24 Juni 2025 | 11:35 WIB
DISKUSI: Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Firman Yusi mengingatkan tantangan pertanian organik di Kalsel.
DISKUSI: Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Firman Yusi mengingatkan tantangan pertanian organik di Kalsel.

DENPASAR – Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai melirik pertanian organik sebagai peluang strategis yang bisa dikembangkan di Banua. Untuk menggali potensi tersebut, rombongan Komisi II melakukan studi komparasi ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Senin (23/6).

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menjelaskan bahwa pertanian organik dinilai lebih sehat dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia sintetis dalam proses produksinya. Ini sejalan dengan semangat menjaga keseimbangan ekosistem dan kesuburan tanah dalam jangka panjang.

“Melalui studi komparasi ini, kami ingin melihat secara langsung bagaimana Bali mampu mengembangkan pertanian organik secara berkelanjutan,” ucapnya.

Yani berharap pengalaman Bali bisa menjadi referensi berharga bagi Kalsel dalam membangun sektor pertanian bernilai tambah tinggi. Ia menambahkan, kunjungan ke daerah-daerah potensial di Kalsel juga akan dilakukan untuk melihat sejauh mana implementasi pertanian organik bisa direalisasikan.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Firman Yusi, menyebut penerapan pertanian organik di Kalsel akan menghadapi tantangan. Salah satunya, mengubah pola pikir dan kebiasaan petani yang selama ini mengandalkan sistem pertanian konvensional.

“Perlu edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Tidak cukup hanya sosialisasi, tapi juga harus ada dukungan kebijakan dan insentif dari pemerintah daerah,” ujar politisi PKS itu.

Firman menekankan pentingnya kolaborasi antar pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga penyuluhan, hingga pelaku usaha. Menurutnya, pertanian organik harus ditindaklanjuti secara konkret dan tidak hanya menjadi wacana.

“Pertanian organik harus diterapkan secara bertahap dan terukur agar benar-benar memberi manfaat bagi petani dan lingkungan,” tandasnya.

Editor: Ramli Arisno

Editor : Arief
#dprd #pertanian #Kalsel #dewan