BARABAI - Saat ini kursi pimpinan DPRD Hulu Sungai Tengah (HST) tersisa satu orang, yakni Tajudin dari Partai Gerindra. Dia menjabat sebagai Wakil Ketua I, sedangkan jabatan Ketua dan Wakil Ketua II kosong.
Setelah mundurnya Hendra Suriadi atau yang akrab disapa Haji Asoy dari pucuk jabatan DPRD HST, bermunculan nama-nama yang digadang-gadang akan menggantikan posisinya. Saat ini ada empat kandidat yang bisa diusulkan.
Namun saat rapat pleno nanti, hanya ada tiga nama yang dipilih dan diserahkan ke DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan dan DPP Partai Golkar.
Nama pertama yang muncul yakni Alamsyah, anggota Komisi I sekaligus Ketua Fraksi Golkar yang sudah menjabat dua periode di DPRD HST.
Kedua adalah Johar Arifin, anggota Komisi III dan sudah duduk dikursi dewan selama empat periode.
Ketiga adalah Muhammad Abdi Akhyani, saat ini anggota Komisi III DPRD HST.
Keempat adalah Pahrijani, saat ini menjabat Ketua Komisi II dan terhitung anggota baru di DPRD HST.
Ada beberapa fakta dari keempat kandidat tersebut. Saat ini Alamsyah menjadi pengurus partai hingga tingkat provinsi, mendapat 2.736 suara dan menjadikannya peraih suara terbanyak di Golkar saat Pileg 2024.
Meski semua data menunjukkan ia dominan, Alamsyah mengaku tetap akan mengikuti instruksi dan keputusan DPP terkait jabatan Ketua DPRD HST.
"Intinya semua kandidat siap. Siapa yang diberikan amanah dan tanggung jawab nanti. Secara keorganisasian dan kepartaian kami semua tidak ada yang mempermasalahkan, kami komitmen untuk membesarkan Partai Golkar," ungkapnya, Rabu (4/6/2025).
Alam dan kandidat lainnya mengaku masih menunggu keputusan petinggi partai soal rekomendasi untuk menjadi Ketua DPRD HST. Apapun keputusannya nanti, Alam menegaskan bahwa semua kader Golkar akan tetap solid.
"Yang terpenting bagi kami Partai Golkar tetap berkibar di HST," tambahnya.
Sedangkan Johar Arifin sudah empat periode, tiga periode maju lewat jalur Partai Golkar. Satu periode lewat jalur partai lain. Dia juga sudah masuk di kepengurusan Golkar HST sejak tahun 2010. Pada Pileg 2024 ia meraih 2.050 suara.
Saat diwawancarai, Johar mengatakan bahwa semua kader Golkar memiliki potensi yang sama untuk menjabat Ketua DPRD HST. Namun dalam memilih kursi pimpinan Partai Golkar memiliki mekanisme tersendiri.
"Intinya satu kesatuan harus saling kompak, jangan pecah belah. Yang duduk di kursi DPRD adalah kader-kader terbaik Golkar," ujarnya.
Johar menjelaskan pengusulan nama kandidat calon Ketua DPRD HST harus melewati beberapa tahapan. Diantaranya menggelar rapat pleno tingkat kabupaten, mengundang semua kader dan pengurus, serta dihadiri DPD Golkar Kalsel.
"Rapat pleno rencananya Senin tanggal 9 Juni di sekretariat DPD Golkar HST sekitar pukul 13.30 Wita," bebernya.
Politisi senior itu mengungkap bahwa empat kandidat yang ada siap menerima apapun keputusan dan pilihan DPP Partai Golkar.
"Semua kader memiliki tujuan yang sama yakni membesarkan Partai Golkar di HST," pungkasnya.
Sedangkan Muhammad Abdi Akhyani masuk DPRD menjadi pengganti antar waktu (PAW) pada tahun 2022. Ia menggantikan Abdurahman yang meninggal dunia. Tapi Abdi sudah menjadi anggota Golkar sejak tahun 2014. Pada Pileg 2024 ia meraih 2.280 suara sah.
Terakhir tentang Pahrijani, adalah pensiunan TNI AD. Jabatan terakhirnya Kasdim 1002/HST, pensiun dini setelah ikut mencalon pada Pilkada HST 2022 lalu mendampingi calon bupati, Berry Nahdian Furqon pada Pilkada 2020. Dia mendulang 1.989 suara pada Pileg 2024.
Editor : Muhammad Syarafuddin