TANJUNG - Empat bulan berjalan, serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 Pemkab Tabalong ternyata sangat minim.
Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) setempat merilis angka capaian serapan di beberapa bulan ini pun tidak sampai 20 persen dari anggaran Rp3 triliun lebih.
Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani mengumumkannya saat apel gabungan di halaman Pendopo Bersinar Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong, Senin (19/5/2025).
"Laporan BPKAD, posisi serapan anggaran sampai akhir April 18,7 persen," katanya, di hadapan para Aparatur Sipil Negara (ASN) peserta apel.
Ia menegaskan, capaian itu jauh sekali dari target. Seharusnya serapan setidaknya 40 persen sampai 50 persen di bulan ini.
Kepentingan serapan APBD, dijelaskannya, sangat berdampak bagi perputaran dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Tabalong.
Karenanya, dia mengimbau seluruh pejabat di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar memberi atensi terkait hal tersebut.
"Kami mengimbau kepada kepala SKPD, PPK, PPTK dan pejabat pengadaan untuk melakukan akselersi terkait serapan anggaran ini," cetusnya.
Setelah apel tersebut, bupati meminta agar pejanat bersangkutan langsung mengecek pengadaan dan e-katalognya.
"Sehingga penyerapan anggaran di SKPD akan membawa dampak pertumbuhan ekonomi di masyarakat," imbuhnya.
Editor : Arif Subekti