Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bang Jack Ikut Memanen Cabai, Dukung Ketahanan Pangan Lokal

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Kamis, 8 Mei 2025 | 10:55 WIB
PANEN: Panen cabai perdana di Desa Dangu, Kecamatan Batang Alai Utara, Kamis (8/5/2025). (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)
PANEN: Panen cabai perdana di Desa Dangu, Kecamatan Batang Alai Utara, Kamis (8/5/2025). (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)

BARABAI–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Erwin Jecky Silalahi alias Bang Jack turun langsung ke lahan pertanian untuk memanen cabai di Desa Dangu, Kecamatan Batang Alai Utara, Kamis (8/5/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus melihat lebih dekat tantangan yang dihadapi para petani di daerah pilihan (Dapil) 5 yang menjadi konstituennya.

Bang Jack menyampaikan apresiasinya kepada para petani yang telah berperan penting dalam menyediakan kebutuhan pangan masyarakat.

"Kami ingin mendorong peningkatan produksi pertanian lokal, termasuk komoditas cabai, yang sering mengalami fluktuasi harga. Dengan turun langsung, kami bisa mendengar keluhan dan aspirasi petani untuk dibahas lebih lanjut di tingkat legislatif," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Berkat Kawan, Saipul Rasyid menjelaskan jenis cabai yang dipanen yakni cabai Kaliber.

Lokasi yang ditanam memiliki luas sekitar setengah hektare dengan ribuan pohon cabai.

"Kami juga akan melakukan tanam cabai lagi pada bulan 10 minggu perdana dari bantuan tingkat I luas tanah sekitar 2 hektare," ujarnya setelah ikut panen.

Saat ini harga jual cabai dari petani ketengkulak dikisaran Rp50 ribu per kilogram. Sedangkan harga di pasar kisaran Rp 55-60 ribu per kilogram.

"Yang menjadi masalah yang dihadapi petani saat ini adalah serangan hama di siang hari. Kemudian serangan pencuri di malam hari. Ini yang belum bisa tertangani," curhatnya.

Di kesempatan tersebut para petani juga menyampaikan persoalan yang sedang dialami. Ini terkait harga cabai yang tidak stabil. Menurutnya faktor penyebab harga cabai tidak stabil adalah banyaknya pasokan cabai dari luar daerah.

"Padahal stok cabai kita di HST sangat banyak. Tapi karena kurangnya pengawasan jadi sayur dan cabai masuk juga dari luar barabai," keluhnya.

Hadir juga dalam kegiatan panen yakni Wakil Bupati HST, Dandim 1002/HST, perwakilan Polres HST, Plt Dinas Pertanian dan perwakilan petani.

Editor : Arif Subekti
#hulu sungai tengah #kalimantan selatan #harga cabai #Ketahan Pangan