BANJARMASIN – Banyaknya pokok pikiran (Pokir) dewan yang tidak terealisasi, menjadi sorotan para wakil rakyat saat pertemuan dengan Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin.
Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Isnaini mengatakan pokir adalah hasil penjaringan aspirasi masyarakat saat reses yang bersifat prioritas.
"Karena ada alokasi anggaran untuk pokir, sejatinya harus diprioritaskan," kata Isnaini, Ahad (27/4).
Biasanya yang menjadi usulan masyarakat adalah perbaikan infrastruktur jalan. Baik jalan perumahan maupun gang. Kalau terbentur soal anggaran dan ada proyek lain yang lebih urgen, Isnaini berharap dinas dapat mengkomunikasikannya.
Tapi yang terjadi selama ini, meskipun semua pokir dewan sudah disampaikan dalam rapat, ternyata dalam perjalanan banyak yang belum dieksekusi dengan baik.
Dia melihat, ketika terjadi pergeseran anggaran dan uang APBD tidak cukup, akhirnya pokir dewan yang dieliminasi.
"Seharusnya pokir masuk skala prioritas, kalau tidak terealisasi jangan salahkan dewan, karena bisa saja dewan menunda kegiatan yang tidak prirotas," tegasnya.
Kaena itu dia berharap ke depan pemko dapat lebih transparan. "Jangan sampai hal ini malah membuat hubungan antara eksekutif dan legislatif menjadi kurang harmonis," tandas Isnaini.
Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengakui banyak pokir dewan yang belum terealisasi lantaran sejumlah kendala.
Diakui Suri, kurang bagusnya komunikasi antara PUPR dengan DPRD juga menjadi salah satu penyebab. "Kami akan perbaiki lagi koordinasi dengan dewan ke depan," singkatnya.
Editor : Arief