Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Meski Lumpuh Belasan Tahun, Khairi Tetap Ingin Mencoblos PSU Banjarbaru, Petugas KPPS Datang ke Rumah

Bayu Aditya Rahman • Sabtu, 19 April 2025 | 12:35 WIB
NYOBLOS DI RUMAH: Suwarni (73) mencelupkan jari ke tinta usai mencoblos di kediamannya, Sabtu (19/4/2025) siang.(foto:Bayu/Radar Banjarmasin)
NYOBLOS DI RUMAH: Suwarni (73) mencelupkan jari ke tinta usai mencoblos di kediamannya, Sabtu (19/4/2025) siang.(foto:Bayu/Radar Banjarmasin)

BANJARBARU – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilwali Banjarbaru di TPS 026, Jalan Raya Scorpio, RT 40 RW 08, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Sabtu (19/4/2025) berjalan lancar. 

Di tengah pelaksanaannya, terlihat semangat warga yang ingin tetap memberikan hak suara meski dalam kondisi tak memungkinkan datang ke TPS.

Seperti yang dialami Khairi Yuni Alfisah (50). Ia tak bisa hadir ke TPS karena menderita kelumpuhan sejak 13 tahun silam.

Namun, hal itu tak menghalanginya untuk tetap ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi. 

Petugas KPPS pun mendatangi rumahnya sekitar pukul 12.00 Wita untuk memfasilitasi pencoblosan.

Dari DPT yang berjumlah 516, ada tiga orang pemilih yang didatangi karena kondisi sakit. 

"Prosedur ini dilakukan agar hak suara mereka tetap tersalurkan,” ujar Ketua KPPS TPS 026, Sungai Besar, Andri Harun Syahbransyah.

Didampingi pengawas TPS dari Bawaslu dan saksi, petugas mendatangi rumah-rumah pemilih sakit usai suasana di TPS mulai lengang.

“Ini bagian dari komitmen kami agar hak warga tidak terabaikan. Sekalipun sakit, selama masih bisa mencoblos, kami akan layani,” tambahnya.

Khairi mengaku bersyukur dan terharu atas kedatangan petugas.

Selain dirinya, sang ibu, Suwarni (73), juga harus mencoblos dari rumah lantaran baru menjalani operasi katarak.

“Walaupun sakit, saya tetap ingin memberikan suara. Karena bagi saya, satu suara sangat menentukan. Saya tidak mau kehilangan hak pilih,” ujar Khairi.

Ia pun sempat menceritakan asal muasal kelumpuhannya.

Setelah lahiran sesar, pas mau ke kamar mandi Ia jatuh dari ranjang. 

"Sejak itu, otot kaki saya seperti kehilangan tenaga. Sudah coba berbagai pengobatan, tapi belum pulih sampai sekarang,” ungkapnya.

Kendati demikian, semangatnya tak surut dalam setiap pemilihan. “Setiap pemilu, saya pasti ikut. Kali ini saya sudah mantap dengan pilihan saya,” tegasnya.

Di akhir, Khairi menyampaikan harapannya untuk pemimpin Banjarbaru yang terpilih.

“Saya harap Wali Kota Banjarbaru nanti yang terpilih bisa turun langsung melihat kondisi masyarakat. Terutama soal sampah yang masih jadi masalah di lingkungan kami,” pungkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#Pemungutan Suara Ulang (PSU) #banjarbaru #Bawaslu #Petugas KPPS #lumpuh