Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jelang PSU Banjarbaru: Polisi Lakukan Tactical Floor Game untuk Pengamanan, Gerakan Masyarakat Temukan Dugaan Money Politic

M Fadlan Zakiri • Rabu, 16 April 2025 | 08:31 WIB
SKEMA PENJAGAAN: Pembagian tugas dalam operasi pengamanan PSU Pilwali Banjarbaru oleh Kabag Ops Polres Banjarbaru, Kompol Indra Agung Perdana Putra pada Selasa (15/4).
SKEMA PENJAGAAN: Pembagian tugas dalam operasi pengamanan PSU Pilwali Banjarbaru oleh Kabag Ops Polres Banjarbaru, Kompol Indra Agung Perdana Putra pada Selasa (15/4).

BANJARBARU - Ratusan personel kepolisian bakal diterjunkan dalam operasi pengamanan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilwali Banjarbaru. Mereka akan disebar di titik-titik tertentu, terutama Tempat Pemungutan Suara (TPS), gudang logistik PSU, hingga sejumlah titik vital lainnya di wilayah Kota Banjarbaru.

Polres Banjarbaru telah melakukan Tactical Floor Game (TFG) pada Selasa (15/4) sore. Tactical Floor Game adalah kegiatan simulasi yang dilakukan untuk menguji kesiapan personel dalam menghadapi situasi tertentu. Simulasi dipimpin langsung Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda sebagai bagian dari persiapan pengamanan PSU Pilwali Banjarbaru yang digelar pada 19 April 2025.

Kabag Ops Polres Banjarbaru, Kompol Indra Agung Perdana Putra menjelaskan TFG ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh personel keamanan. “Supaya mereka memahami seluruh tugas serta tanggung jawabnya dalam menjaga keamanan selama tahapan PSU berlangsung,” ungkapnya.

Dalam operasi pengamanan PSU, kata Indra, pihaknya akan mendapat bantuan dari Sat Brimobda Kalsel, Dit Samapta Polda Kalsel, dan tambahan personel pengamanan TPS dari Polda Kalsel, Polres Banjar, dan Polres Banjarmasin.

"Total anggota PAM TPS sebanyak 424 personel yang terdiri personel BKO dari Polres Banjar, Banjarmasin, Batola, dan Tala Pam TPS ditambah Pamatwil dan Padal 48 orang," sebut Kompol Indra.

Pengamanan tersebut, lanjut Indra, juga melibatkan BKO (Bawah Kendali Operasi) dari Personel Polda Kalsel dan Satuan Brimob untuk memastikan situasi tetap kondusif selama pelaksanaan PSU.

"125 BKO Polda siaga yang terdiri dari 60 orang Sat Brimobda Polda Kalsel dan 60 orang Dit Samapta Polda Kalsel, serta lima orang Anggota Dokkes Polda Kalsel," jelas Kabag Ops.

Pengerahan personel ini guna mampu merespons secara cepat dan tepat terhadap setiap potensi gangguan. Indra memastikan bahwa setiap personel yang bertugas telah dibekali dengan instruksi jelas melalui TFG ini.

"Langkah-langkah pengamanan ini menjadi salah satu prioritas dalam menjaga stabilitas politik agar tetap kondusif selama tahapan Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru," tuturnya.

Indra menekankan, bahwa Polda Kalsel bersama Polres Banjarbaru berkomitmen penuh untuk menjaga, serta memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga selama PSU. "Secara keseluruhan Banjarbaru kondusif hingga saat ini," tutupnya.

Operasi PAM PSU Banjarbaru ini akan dipaparkan secara rinci pada Apel Gelar Pasukan dan Pergeseran Pasukan dalam rangka pengamanan PSU Pilwali Banjarbaru yang akan digelar Kamis, 17 April 2025.

 Melapor ke Bawaslu Kalsel

Gerakan Masyarakat Peduli Demokrasi (GMPD) Banjarbaru melapor ke Bawaslu Kalsel dua hari lalu. Terkait dugaan praktik politik uang jelang pelaksanaan PSU Pilwali Banjarbaru.

Dari informasi yang terhimpun, laporan tersebut memuat beberapa peristiwa dengan lokasi berbeda. Ketua GMPD Kota Banjarbaru, Rachmadi mengatakan laporan tersebut merupakan bentuk keseriusan masyarakat Banjarbaru dalam mengawal keutuhan demokrasi di Ibu Kota Kalsel.

“Ada beberapa video, tangkapan layar, dan foto-foto tentang dugaan money politic. Kalau ditotal lebih dari lima alat bukti dan petunjuk,” ungkap pria yang disapa Engot itu saat dikonfirmasi, Selasa (15/4/2025) malam.

Sebenarnya, kata Rachmadi, pihaknya ingin melaporkan hal tersebut ke Bawaslu Banjarbaru. Namun dengan berbagai pertimbangan, pihaknya sepakat untuk melapor ke Bawaslu Kalsel. “Kami mengikuti anjuran-anjuran mereka, yang menyerukan agar melapor ke Bawaslu jika menemukan pelanggaran. Dan itu sudah kami penuhi,” cetusnya.

Meski demikian, GMPD Banjarbaru tekan Rachmadi, juga akan menembuskan laporannya itu ke Bawaslu Kota Banjarbaru. Tepatnya setelah selesai proses Berita Acara Pemeriksan (BAP) dari Bawaslu Kalsel.

Komisioner Bawaslu Banjarbaru, Bahrani angkat bicara terkait dugaan politik uang yang diadukan ke Bawaslu Kalsel. Pihaknya mengaku telah meminta GMPD untuk melaporkannya ke Bawaslu Banjarbaru. “Jika sudah (memasukan laporan ke Bawaslu Banjarbaru, red), maka itu akan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan akan dilimpahkan ke Bawaslu Banjarbaru? Bahrani belum berani menjawab lebih jauh. “Kita tunggu bagaimana sikap dan keputusan Bawaslu Kalsel mengenai hal itu. Jika laporan itu masuk ke kami Bawaslu Kota Banjarbaru, tentu akan melakukan penelurusan lebih lanjut,” sebutnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Pilkada #pilwali #banjarbaru #Keamanan #psu