BANJARMASIN – Usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (20/2), Gubernur Kalsel Muhidin tak bisa langsung bekerja. Ia harus mengikuti rangkaian pembekalan kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.
Pembekalan akan dilaksanakan selama delapan hari.
Sejak Jumat (21/2), sampai Jumat (28/2) pekan depan.
Pembekalan itu langsung digembleng oleh Prabowo.
Perihal ini disinggung Prabowo dalam sambutannya saat pelantikan.
“Saya kira tidak akan lama, karena kita akan jumpa dalam retret yang akan diselenggarakan oleh Menteri Dalam Negeri di Magelang,” ujar presiden.
Presiden berkelakar para kepala daerah kuat mengikuti pembekalan.
“Saya akan jumpa saudara di situ, dan mudah-mudahan saudara akan kuat digembleng. Yang ragu-ragu boleh mundur,” selorohnya.
Muhidin menuturkan roda pemerintahan Pemprov Kalsel untuk sementara dijalankan oleh Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, dan Plh Sekdaprov Kalsel M Syaripuddin.
Baca Juga: Muhidin Siapkan 8 Lembar Pakaian, Persiapan Retret di Akmil Magelang
“Setelah pelantikan, saya akan mengikuti retret selama delapan hari di Magelang. Roda pemerintahan akan dihandel oleh Wakil Gubernur dan Sekda,” ujarnya.
Sebelum dilantik presiden, selama dua hari Muhidin dan Hasnur mengikuti gladi persiapan bersama kepala daerah lain di Monas, Jakarta.
Meski mengaku cukup melelahkan, Muhidin menegaskan kesehatannya sangat prima. “Alhamdulillah sehat,” ucapnya.
Perihal pembekalan selama delapan hari, Muhidin sebelumnya menegaskan sudah siap mengikutinya.
Persiapan diri sudah dilakukan sejak jauh hari.
Baca Juga: Usai Dilantik Prabowo, Gubernur dan Wakil Gubernur Wajib Nginap di Akmil, Ini Pendapat Muhidin
Terlebih setelah hasil pemeriksaan kesehatan di Kemendagri yang menunjukkan hasil yang baik.
“Alhamdulillah pemeriksaan kesehatannya lancar. Persiapannya (ikut pembekalan, red) cukup matang,” kata Muhidin usai pemeriksaan kesehatan di Kemendagri, Senin (17/2) tadi.
Menurutnya, pembekalan bukanlah hal yang memberatkan.
Justru dapat mengenal kepala daerah dari seluruh Indonesia.
“Malah untuk istirahat di sana, kalau di daerah kita sibuk. Diharapkan kita silaturahmi dengan yang lain, selama satu minggu mungkin cukup berkenalan dengan yang lain,” ucapnya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief