BANJARMASIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarmasin belum menetapkan pasangan calon pemenang Pilkada 2024. Namun, paslon 02, Muhammad Yamin dan Ananda unggul dalam hitung cepat.
Kepada Radar Banjarmasin, Yamin mengaku belum menyiapkan daftar nama pejabat yang akan masuk "kabinet".
"Belum ada berpikir ke sana," kata Ketua DPC Partai Gerindra Banjarmasin itu, Jumat (29/11).
Yamin mengatakan, walaupun telah mendeklarasikan kemenangan, saat ini dirinya dan tim masih fokus mengawal proses rekapitulasi suara di kecamatan.
Sesuai aturan, calon kepala daerah terpilih akan diberi waktu selama enam bulan untuk menyusun siapa saja yang masuk kabinetnya nanti.
"Jadi kalau saat ini saya sibuk menyusun kabinet, artinya saya mendahului Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri)," ujar mantan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin itu.
Namun, Yamin tentu memiliki kriteria. Yamin menginginkan pejabat profesional untuk ditempatkan di dinas atau badan yang sesuai dengan kompetensinya.
Jadi, hal pertama yang akan dilakukannya bersama Ananda adalah mengevaluasi kinerja jajaran pejabat pemko yang sudah ada.
"Untuk menyusun kabinet, kami pasti akan menyesuaikan dengan skill bidangnya," ujarnya.
Yamin menegaskan, salah menempatkan atau melantik pejabat, bakal menghambat impelementasi janji-janji kampanyenya.
"Saya tidak mungkin menempatkan seseorang yang tidak punya kemampuan, karena roda pemerintahan pasti tidak akan berjalan," tegas Yamin.
Ditanya apakah sudah ada pejabat yang merapat meminta jebatan, Yamin menggeleng. "Sampai sekarang tidak ada," tutupnya.
Diwartakan sebelumnya, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin nomor urut 2, Muhammad Yamin dan Ananda mengklaim kemenangan, beberapa jam setelah pencoblosan usai, Rabu (27/11) sore.
Data yang dihimpun tim pemenangan mereka, Yamin–Ananda meraup 47,3 persen suara.
Lalu paslon 3, Mukhyar dan Awan Subarkah memperoleh 28,9 persen suara. Kemudian petahana, paslon 1, Arifin Noor dan Supian Akbari memperoleh 23,8 persen suara.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief