Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bawaslu: Ratusan TPS di Banjarmasin Rawan Gangguan

Endang Syarifuddin • Jumat, 22 November 2024 | 12:17 WIB
MUHAMMAD YASAR, Anggota Bawaslu Banjarmasin
MUHAMMAD YASAR, Anggota Bawaslu Banjarmasin

BANJARMASIN – Puncak Pilkada 2024 tinggal menghitung hari. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banjarmasin sudah memetakan kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hasilnya, ada ratusan TPS rawan pada proses pemungutan dan penghitungan suara di 27 November nanti.

"Hasil pemetaan di 52 kelurahan pada 10-15 November kemarin, 673 TPS dinyatakan rawan," kata Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Banjarmasin, Muhammad Yasar, Kamis (21/11).

Indikatornya ada tujuh. Pertama, 225 TPS yang memiliki riwayat keterlambatan distribusi logistik.
Kedua, 141 TPS yang memiliki pemilih tidak memenuhi syarat. Ketiga, 105 TPS yang mempunyai riwayat pemungutan suara ulang (PSU).

Keempat, 75 TPS yang terdapat pemilih tambahan (DPTb). Kelima, 46 TPS di wilayah rawan bencana banjir.

Keenam, 41 TPS dengan riwayat kekurangan, kelebihan, bahkan tidak memiliki logistik pemilu.
Terakhir, 40 TPS yang KPPS-nya merupakan pemilih di luar domisili TPS tempatnya betugas.
"Ini berdasarkan pengalaman dalam Pilpres dan Pileg lalu," kata Yasar.

Selain itu juga ada dua kategori TPS rawan lainnya. Yakni TPS yang banyak kejadian dan TPS yang tidak banyak kejadian tapi perlu diantisipasi.

Rinciannya, 33 TPS rawan praktik politik uang pada masa kampanye dan masa tenang.

Kemudian 26 TPS dengan riwayat tindak kekerasan. Berikutnya 23 TPS dengan riwayat intimidasi kepada penyelenggara pemilu.

Selanjutnya, 15 TPS yang terdapat potensi Daftar Pemilih Khusus (DPK), 12 TPS dekat lembaga pendidikan yang siswanya berpotensi memiliki hak pilih, dan 10 TPS dekat pabrik.

Disinggung soal pengawasan, Yasar mengatakan, strateginya adalah patroli dan berkolaborasi dengan lembaga pemantau pemilu.

"Bawaslu merekomendasikan kepada KPU untuk mendistribusikan logistik ke TPS pada H-1 secara tepat waktu, jumlah, sasaran, dan kualitas," tegasnya.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#banjarmasin #Bawaslu #TPS #pemungutan suara