BANJARMASIN – Debat publik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel digelar di Ballroom Rattan Inn Hotel Banjarmasin, Rabu (23/10/2024) malam. Selain memaparkan visi dan misi termasuk saling adu argumen, akan ada sesi pertanyaan dari tim perumus.
Tim perumus di debat kali ini ada tujuh orang. Mereka berlatar profesional, akademisi dan tokoh masyarakat. KPU menegaskan, para tim perumus ini sudah dilakukan penyaringan untuk memastikan tak ada memiliki hubungan dengan pasangan calon maupun partai pengusul.
“Mereka (tim perumus, red) sudah dilakukan penyaringan sejak lama. Kami tegaskan mereka bekerja secara profesional dan tak berafiliasi dengan paslon maupun partai politik,” tegas Ketua KPU Kalsel, Andi Tenri Sompa, Selasa (22/20/2024).
Tak asal tunjuk dan pilih. Para tim perumus sebutnya, rekam jejaknya dilakukan pelacakan. Bahkan sebelum ditetapkan, nama-nama tim perumus disampaikan ke tim pasangan calon. Hal ini menghindari ketidaknetralan.
“Nama-nama tim perumus kami sodorkan juga ke tim pasangan calon. Mereka (tim paslon, red) turut melakukan penyaringan jika ditemukan tim perumus yang terindikasi tak netral,” papar Tenri.
Para tim perumus ini terangnya sudah disepakati bersama. Hingga dinyatakan mereka tak terafiliasi dan netral. “Tak hanya KPU yang menentukan dan menetapkan, tim perumus ini juga sudah disepekati bersama,” tegasnya.
Tenri menambahkan, menentukan tim perumus debat publik perdana Pilgub Kalsel ini, dipilih mereka yang benar-benar memiliki kompetensi dan kepakaran sesuai tema yang diangkat. Termasuk mereka harus paham dengan kondisi Kalsel saat ini. “Dengan pengalaman, ketokohan dan profesionalitas yang dimiliki para tim perumus, saya yakin debat nanti akan berbobot,” katanya.
Berikut nama-nama tim perumus di debat publik perdana Pilgub Kalsel yang mengangkat tema, Pelayanan Inovatif dan Akselerasi Pembangunan untuk Kesejahteraan Masyarakat Kalimantan Selatan’.
Pertama ada nama Ahmadi Hasan, dia adalah Ketua MW KAHMI Kalsel, selanjutnya ada nama Ahmad Yunani, Muhammad Fauzi Makki, Ahmad Syaufi dan Yuanita Setyastuti (keempatnya akademisi ULM), selain itu ada nama Ani Cahyadi (akademisi UIN) dan M Anshari, dia adalah Ketua Dewan Penyandang Disabilitas Indonesia, Kalsel yang juga Dosen STIT Darul Hijrah.
Editor : Arif Subekti