Menanggapi kabar itu, Aditya menyebut Koalisi PPP dan PKB merupakan perahu kokoh dan solid bahkan hingga di level pusat, Minggu (4/8).
Dia mengaku optimistis bisa melangkah maju dengan rekomendasi dari dua partai bernapas Islam tersebut. Terlebih ujar Aditya, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan PPP telah sepakat untuk bersinergi pada pilkada mendatang. "Insya Allah, kami yakin PPP-PKB tetap solid," yakinnya.
Baginya, koalisi PPP dan PKB sudah menjadi modal besar dalam pencalonannya. "Dari awal, kami memang tidak menargetkan harus banyak partai. Bagi kami, selama bisa memenuhi syarat pencalonan, itu sudah cukup. Alhamdulillah, PPP dan PKB itu sudah menjadi modal yang besar," ujar Aditya.
Ditanya kemungkinan PKB berpindah ke pasangan calon sehingga bisa mengganjal pencalonannya? Aditya sangat meyakini, PKB merupakan partai yang memegang komitmen.
Lagi pula, ucap Aditya, surat rekomendasi yang diberikan kepadanya bertandatangan basah dari Ketua Umum dan Sekretaris DPP PKB. "Insya Allah, kami sangat yakin dengan komitmen PKB," yakinnya.
Terlebih, koalisi PPP dan PKB memiliki histori tersendiri yang istimewa. Ia mengenang keberhasilan PPP-PKB saat pencalonan pertama ayahandanya, H Rudy Ariffin, sebagai Calon Gubernur Kalimantan Selatan tahun 2005. "Abah (H Rudy Ariffin) kala itu berpasangan dengan Pak Rosehan. Partainya ya hanya PPP dan PKB, Alhamdulillah menang," ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris DPW PKB Kalsel, Hormansyah mengatakan, surat keputusan yang dikeluarkan untuk Aditya sudah melewati berbagai tahapan penjaringan. Mulai dari pendaftaran sampai Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
"Tentu ada pertimbangan. Bukan hanya sekadar UKK, kita melihat di lapangan, melakukan survei, akhirnya keluarlah surat keputusan DPP. Ada kesamaan visi misi calon yang kita usung," ungkapnya usai menyerahkan SK dukungan untuk Aditya - Said Abdullah di Hotel Roditha Hotel Banjarbaru, Sabtu (6/7) tadi.
Editor : Sutrisno