PETA politik Banua sontak berubah. Hasnuryadi Sulaiman, kader Partai Golkar, serius mendampingi Muhidin untuk maju ke Pilgub Kalsel.
Pasangan ini telah menerima rekomendasi dari Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Minus dukungan Partai Golkar. Sebab Golkar memilih mendukung Raudatul Jannah, istri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.
Konstelasi di Pilgub Kalsel sudah pasti akan berdampak ke Pilwali Banjarmasin. Sejauh ini, baru dua bakal calon yang telah menerima rekomendasi.
Pertama, Mukhyar yang didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kedua, Muhammad Yamin yang disokong Partai Gerindra.
Sementara Golkar harus memilih. Antara Arifin Noor, petahana dan kader PKB. Atau Ketua DPD Partai Golkar Banjarmasin, Yuni Abdi Nur Sulaiman.
Menjadi problematik karena Yuni adalah adik Hasnur.
Soal rumor Golkar yang "berubah arah", mengalihkan dukungannya kepada Arifin, Radar Banjarmasin coba mengkonfirmasi Yuni.
Haji Iyun, demikian sapaannya, belum mau berkomentar. "Mohon maaf, saya belum bisa menjawab. Saya tidak mau lancang. Semua keputusan ada di DPP. Ditunggu saja ya," jawabnya melalui pesan WhatsApp, Ahad (21/7).
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Banjarmasin, Khalikin Nor memastikan SK rekomendasi dari DPP untuk Pilwali Banjarmasin belum turun.
"Besok (hari ini) saya konfirmasi dengan ketua. Karena DPD juga belum mengetahui hal itu (dukungan ke Arifin)," ujarnya singkat.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief