Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina membeberkan pertemuannya dengan Bupati Tanbu, Zairullah Azhar beberapa waktu lalu. Benarkah keduanya bakal bersanding di Pilgub Kalsel 2024?
****
BANJARMASIN - Wali kota dua periode itu tampak semringah, Kamis (20/6) siang. Ia baru saja mengukuhkan sejumlah Guru Penggerak untuk Kota Banjarmasin di Rattan Inn.
Ia tampil begitu berwibawa dengan mengenakan setelan kostum sasirangan. Seusai pengukuhan, wartawan merubung. Mewawancarainya.
Ibnu pun meladeni. Masuk ke topik politik khususnya Pilgub Kalsel 2024, termasuk tentang pertemuannya dengan Zairullah Azhar.
Mengingatkan pembaca, pada Mei 2024, sebuah foto yang menunjukkan keduanya melakukan salam komando beredar di media sosial (medsos).
Dalam foto tersebut, dua kepala daerah itu tampak tersenyum. Zairullah memakai kemeja hitam bercorak kuning, sementara Ibnu mengenakan kemeja sasirangan.
Banyak yang mengasumsikan bahwa pertemuan keduanya berkaitan dengan upaya penjajakan politik. Ketika foto itu beredar, Radar Banjarmasin mengonfirmasi Kuasa Hukum Zairullah Azhar, Rony Herta Dinata. Ia membenarkan pertemuan kliennya dengan Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel itu dalam rangka komunikasi politik menuju Pilgub Kalsel 2024.
Rony mengatakan pertemuan itu terjadi di sebuah tempat di Banjarmasin, Kamis (30/5) siang sekitar pukul 10.30 Wita.
Ia juga menjelaskan, pertemuan itu membahas kemungkinan keduanya saling bersanding sebagai Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kalsel periode 2024-2029. Selain itu, mereka juga berdiskusi tentang pembangunan Kalsel ke depan. "Terutama (Kalsel) sebagai gerbang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara," ungkapnya.
Lalu, bagaimana tanggapan Ibnu? Di hadapan awak media, ia kembali tampak semringah. Ia juga membenarkan pertemuan itu, dan membeberkan sebagian perbincangan yang telah dilakukan.
Ibnu mengaku diminta oleh Zairullah untuk mendampinginya di Pilgub Kalsel. "Semua masih penjajakan. Memang, Pak Zairullah sendiri menyampaikan kepada saya untuk mendampingi beliau," ungkapnya.
Dalam pertemuannya, Ibnu sempat mempertanyakan bagaimana tentang partai pengusung. Di situ diketahuinya, bahwa sampai saat ini masih dalam proses pendekatan politik. "Insya Allah mudah-mudahan langkah ini bisa dimudahkan. Mudah-mudahan nanti ada partai yang siap mengusung," harapnya.
Ibnu mengatakan apabila langkah politik ini berjalan mulus, maka masyarakat Kalsel memiliki alternatif dalam menentukan pilihannya. "Proses demokrasi di Pilgub Kalsel pun bisa lebih berwarna," yakinnya.
Di samping itu, ia mengungkapkan perkembangan di tubuh DPD Partai Demokrat Kalsel. Sebagai Ketua DPD partai berlogo bintang mercy itu, ia sendiri diminta DPP Partai Demokrat untuk mempresentasikan terkait progres atau persiapan menghadapi Pilkada. "Dalam presentasi pertama, kami sudah menyampaikan siapa saja calon-calonnya. Rencana koalisi dengan siapa, dan siapa yang mau didukung," jelasnya.
"Tapi, kan ada perkembangan terus, ya. Saya nilai, politik ini sangat dinamis, dan Demokrat memberi kepercayaan sepenuhnya kepada saya," tambahnya. "Karena sebelumnya, saya sudah mendapat tugas untuk membangun koalisi," sambungnya.
Untuk itu, ia berharap apa yang telah diusahakan dalam membangun koalisi, termasuk kemungkinan berjodoh dengan Zairullah Azhar yang siap maju dalam Pilgub Kalsel 2024.
Di singgung bagaimana sosok Zairullah di matanya, Ibnu mengatakan tidak ada yang tidak mungkin bila melihat kegigihan Zairullah. Apa lagi Zairullah telah dua kali mengikuti kontestasi Pilgub Kalsel. Meskipun belum pernah terpilih.
Namun, Ibnu mengaku teringat pengalaman seorang Prabowo Subianto. Terus mencalonkan diri, hingga berhasil memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2024. Ini tentu menjadi acuan optimisme mereka. Jangan-jangan nantinya seperti Prabowo. “Beberapa kali ikut Pilpres (Prabowo Subianto, red), akhirnya jadi presiden juga. Kira-kira begitulah optimistis beliau (Zairullah, red)," tegasnya.
Soal Ibnu yang bakal bersanding dengan Zairullah Azhar bukan isapan jempol belaka. Teranyar, Kuasa hukum Zairullah Azhar, Rony Herta Dinata membeberkan bahwa kliennya meminta Ibnu mendampinginya sebagai Cawagub Kalsel. "Ibnu pun menerima tawaran tersebut," ungkapnya, kepada Radar Banjarmasin Kamis (20/6) petang.
Rony mengaku yang memfasilitasi pertemuan antara dua kepala daerah itu di Banjarmasin akhir Mei lalu. Selain Ibnu, apakah ada komunikasi dengan tokoh politik lain? "Sementara tidak ada. Kami berkomitmen dengan Kanda Ibnu Sina," ucapnya.
Di sisi lain, komunikasi dengan partai politik sudah berjalan. Lobi-lobi telah dilakukan. Pertemuan dengan sejumlah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan elite partai juga telah diadakan.
Kendati begitu, Rony enggan menyebut partai mana saja yang telah berkomunikasi dengan mereka. "Intinya, ada beberapa partai politik yang tinggal menunggu Pak Zairullah datang agar rekomendasi turun. Kita tinggal menunggu perahu," ungkapnya.
Proses Penjajakan Zairullah Azhar dan Ibnu Sina
- Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel Ibnu Sina membenarkan telah bertemu Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar di akhir Mei lalu.
- Ibnu Sina diminta mendampingi Zairullah Azhar menjadi Wakil Gubernur Kalsel pada Pilgub 2024.
- Ibnu Sina menegaskan semua masih penjajakan, belum ada partai pengusung.
- Kuasa hukum Zairullah Azhar, Rony Herta Dinata menegaskan kliennya berkomitmen hanya menggaet Ibnu Sina.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief