Enam partai tersebut adalah Nasdem (4 kursi), PPP (2 kursi), Demokrat (4 kursi) PDI Perjuanga (2 kursi), Golkar (5 kursi), dan PAN (4 kursi).
Aulia mengaku sampai hari ini masih menunggu jawaban berupa rekomendasi dari partai untuk maju di Pilbup 2024.
"Masih dalam proses, tentu kami menunggu dan sangat berharap semua partai bisa memberikan jawaban dan kepastian kepada kami agar bisa maju," kata Bupati HST itu, Kamis (6/6/2024).
Selain lewat jalur parpol, Aulia juga mencoba jalur independen (perseorangan). Saat ini berkas syarat dukungan Aulia sedang dalam tahap verifikasi faktual di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Tapi kalau harus memilih, Aulia berharap bisa maju ke Pilkada 2024 lewat jalur parpol.
"Sebagai petahana, secara pribadi kami mengharapkan jalur partai. Tapi kami punya rencana cadangan, yakni jalur independen. Dan di jalur kedua ini ada verifikasi administrasi dan faktual yang harus dilalui,” jelasnya.
"Motor mana yang akan kami bawa? Kalau tidak ada rekomendasi partai, artinya lewat jalur independen," tegas Aulia.
"Intinya kami berikhtiar untuk mengikuti kontestasi pemilu. Dua jalur kami coba, namun tetap prinsipnya ingin jalur partai," tambahnya.
Selain itu, jadwal pendaftaran kedua jalur ini berbeda. Jalur independen dibuka kemarin. Sedangkan jalur partai pada Agustus mendatang.
"Kalau jalur partai bahkan pada injury time (menit akhir) masih bisa," tutup Aulia.
Sementara itu, sebenarnya ada dua partai yang belum dilamar Aulia-Mansyah. Yakni Gerindra (5 kursi) dan PKS (4 kursi).
Informasi yang dihimpun Radar Banjarmasin, pasangan Aulia-Mansyah juga membangun komunikasi politik dengan kedua partai tersebut.
Hal ini dibenarkan politikus Gerindra, Tajudin. "Inggih (ada melamar ke Gerindra)," jawabnya singkat, Kamis (6/6/2024).
Senada dengan politikus PKS, Supriadi. "Inggih sudah ada. Ada juga komunikasi dengan bacalon lain. Dalam waktu dekat akan dilaporkan ke DPW PKS Kalsel," ujarnya, Kamis (6/6/2024).
Supriadi menjelaskan, partainya memang tidak mencalonkan kadernya dalam Pilkada serentak.
"DPD PKS HST hanya diberi tugas untuk menggali informasi terkait kesiapan para bacalon. Selanjutnya DPW yang akan menentukan," jelasnya.
Editor : Muhammad Syarafuddin