Ibnu Sina akan mengakhiri periode keduanya sebagai Wali Kota Banjarmasin. Apakah langkah berikutnya akan mulus menjadi Gubernur Kalsel?
***
BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina sebelumnya digadang bakal ikut berkontestasi di Pilgub Kalsel, 27 November mendatang. Apalagi namanya berada di urutan dua yang diminati publik sebagai calon Gubernur Kalsel dari hasil survei lembaga penelitian dari Fisip ULM yang diumumkan beberapa waktu lalu. Namun, hingga kini belum terlihat dirinya bermanuver politik.
Padahal beberapa partai politik sudah membuka penjaringan. Namun, Ibnu tak terlihat mendaftarkan diri. Ini berbeda dengan figur lain yang sudah bergerilya mendekati parpol.
Satu-satunya parpol yang dilamar Ibnu Sina dalam penjaringan bakal calon kepala daerah ternyata Partai Demokrat. Parpolnya sendiri. Ibnu adalah Ketua DPD Demokrat Kalsel. “Saya baru mendaftar di Demokrat. Belum mendaftar di parpol lain,” beber Ibnu, Kamis (23/5).
Ia mengaku sadar diri jika ingin ikut berkontestasi di Pilgub Kalsel 2024 mendatang. Maklum, kursi di DPRD Kalsel tak signifikan diraih parpolnya. Partai Demokrat hanya memperoleh tiga kursi hasil Pemilu 14 Februari lalu.
Tentu saja perlu banyak tambahan kursi dari parpol lain. Untuk bisa mengusung kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel setidaknya perlu minimal 11 kursi di ‘Rumah Banjar’. “Kalau misalnya ada yang bisa satu visi, baik sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur, kita siap saja untuk berkoalisi,” ucapnya.
Ibnu mengaku masih menunggu instruksi dari DPP Demokrat usai mendaftar ke partainya sendiri. “Apakah nanti diminta menyampaikan paparan visi-misi, atau juga diundang lagi ke DPP, saya menunggu saja,” katanya.
Di DPD Demokrat Kalsel sudah ada empat figur yang menyerahkan berkas untuk penjaringan Pilgub. Selain namanya, ada Ketua DPW PAN Kalsel yang juga Wakil Gubernur Kalsel Muhidin, Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar, dan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel Nasrullah AR.
Dari ketiga figur ini, Muhidin punya nilai lebih. PAN yang dipimpinnya memiliki modal 6 kursi di DPRD Kalsel. Namun, Muhidin sudah jauh-jauh hari memilih kader Golkar, Hasnuryadi Sulaiman, sebagai calon wakilnya. Apakah Demokrat mau berkoalisi dengan PAN, tentu tetap menarik untuk diikuti perkembangannya.
Seperti diketahui, Lembaga Studi Politik dan Pemerintahan (LSPP) telah merilis hasil survei calon kepala daerah di Kalsel pada 29 Maret 2024 lalu. Dari hasil survei itu nama Muhidin berada di posisi teratas. Setelah Ibnu Sina di urutan dua, berikutnya adalah Hasnuryadi Sulaiman.
Pergerakan Ibnu Sina di Bursa Pilgub Kalsel
- Ibnu Sina akan mengakhiri masa periode keduanya sebagai Wali Kota Banjarmasin.
- Ketua DPD Demokrat Kalsel Ibnu Sina hanya mendaftar sebagai calon Gubernur Kalsel di parpolnya sendiri.
- Ibnu Sina belum agresif mendaftar ke parpol lain.
- Demokrat Kalsel harus berkoalisi dengan parpol lain, karena hanya bermodal 3 kursi di DPRD Kalsel.
- Selain Ibnu Sina, ada tiga pelamar di DPD Demokrat Kalsel yakni Ketua DPW PAN Kalsel yang juga Wakil Gubernur Kalsel Muhidin, Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar, dan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel Nasrullah AR.
Editor : Arief