Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pilwali Banjarbaru: Aditya Melamar PAN Tanpa Yuti

M Fadlan Zakiri • Sabtu, 25 Mei 2024 | 09:31 WIB
MENDAFTAR: Ketua DPW PPP Kalsel, Aditya Mufti Ariffin saat menyerahkan berkas penjaringan Bakal Calon (Balon) Kepala Daerah ke DPD PAN Kota Banjarbaru, Jumat (24/4).
MENDAFTAR: Ketua DPW PPP Kalsel, Aditya Mufti Ariffin saat menyerahkan berkas penjaringan Bakal Calon (Balon) Kepala Daerah ke DPD PAN Kota Banjarbaru, Jumat (24/4).

BANJARBARU - Suasana berbeda terlihat saat Bakal Calon Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin melamar ke Partai Amanat Nasional (PAN), Jumat (24/5) siang.

Tidak seperti ketika mendaftar ke partai Gerindra, Golkar, PPP dan PKB, Minggu (19/5) tadi, kali ini sang petahana datang tanpa calon pasangannya; Yuti Mahrita.

Ketidakhadiran kader Gerindra itu menjadi topik hangat ketika Ketua DPD PAN Banjarbaru, Emi Lasari mempertanyakan kabarnya. Pasalnya, Yuti juga telah mengambil formulir pendaftaran di DPD PAN Banjarbaru.

Terkait hal itu, Aditya menjelaskan bahwa kepastian pasangannya pada Pilwali Banjarbaru, tergantung pada Surat Keputusan (SK) pengurus partai pusat. "Bila sudah ada SK dari pengurus pusat, maka itu adalah titik akhirnya," jelasnya.

Menurutnya, situasi politik di Banjarbaru masih sangat dinamis. Karena itulah, Aditya masih belum bisa memastikan apakah akan tetap berpasangan dengan Yuti atau dengan bacalon lainnya.

“Politik itu cair dan dinamis. Berkaitan pasangan, titik akhirnya adalah SK dari DPP,” ujar Ketua DPW PPP Kalsel itu.

Usai menyambut berkas pendaftaran dari Aditya, Ketua DPD PAN Banjarbaru, Emi Lasari mengungkapkan bahwa Aditya adalah bakal calon pertama yang mengembalikan formulir ke partainya.

“Selain Pak Aditya, yang mengambil formulir ada, Darmawan Jaya, Nurkhalis Anshari, Andoko Andi dan Lisa Halaby, dan satu dari kader internal kami (PAN) yang masih kami rahasiakan namanya,” beber Emi.

Emi mengapresiasi langkah Aditya yang tetap mendaftar melalui PAN, meskipun pada Pilkada Banjarbaru sebelumnya, partainya tidak mengusung Aditya yang berpasangan dengan Wartono.

“Akan dipertimbangkan dan disampaikan ke DPW dan DPP untuk mendapatkan rekomendasi dan dukungan dari PAN,” katanya.

Meski banyak dilirik oleh para bacalon wali kota, Emi mengaku, PAN Banjarbaru tidak sembarangan menentukan arah dukungan partai pada Pilwali Banjarbaru nanti.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah kontrak politik agar para bacalon wali kota bisa turut memenangkan Ketua DPW PAN Kalsel, Muhidin di Pilgub Kalsel nanti. “Tujuannya supaya bisa selaras antara Pilgub dan Pilwali nanti. Jadi salah satu pertimbangan kami yang mau berkomitmen memenangkan Muhidin di Banjarbaru,” paparnya.

Bukan tanpa alasan hal itu diungkapkan Emi. Sebab menurutnya jargon yang digaungkan Muhidin dalam maju sebagai Bacalon Gubernur Kalsel adalah ‘Bekerja Bersama Merangkul Semua’. “Artinya harus ada keselarasan dalam visi dan misi ke depan untuk membangun daerah, antara provinsi dengan kabupaten kota,” pungkasnya. 

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#Pilkada #pilwali #banjarbaru #PAN #Aditya Mufti Ariffin