Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tunggu Keputusan DPP, Kalau Jodoh Bisa Jalan Bareng

Sheilla Farazela • Minggu, 12 Mei 2024 | 05:05 WIB
MENGAMBIL FORMULIR: Ketua DPD Golkar Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar mengambil formulir pendaftaran di PKB Banjarbaru, Sabtu (11/5/2024) malam.(Foto:Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)
MENGAMBIL FORMULIR: Ketua DPD Golkar Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar mengambil formulir pendaftaran di PKB Banjarbaru, Sabtu (11/5/2024) malam.(Foto:Sheilla Farazela/Radar Banjarmasin)

BANJARBARU - Golkar menguasai 6 dari 30 kursi hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) Kota Banjarbaru.

Dengan demikian, Golkar sudah memenuhi syarat 20 persen untuk mengusung partainya sendiri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Namun, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera memilih mencari dukungan tambahan ke partai lain.

Seperti pada Jumat (10/5/2024), Rizky mengambil dua formulir sekaligus untuk dirinya dan sang ayah,  Gusti Iskandar Sukma Alamsyah untuk melamar sebagai bakal calon kepala daerah (bacakada) di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banjarbaru.

Kemudian pada Sabtu (11/5/2024) malam ia juga mengambil dua formulir pendaftaran lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banjarbaru.

"Perihal posisi saya dan Abah, itu masih kita coba konsolidasikan secara internal di Golkar, secepatnya akan kita umumkan," ungkap Rizky kepada Radar Banjarmasin usai mengambil formulir di PKB.

Sebagai Ketua DPD Golkar Banjarbaru, Rizky menyatakan saat ini partai yang dipimpinnya itu belum menunjuk kader sendiri sebagai calon Wali Kota Banjarbaru.

Selain itu, pihaknya masih menunggu survey internal partai Golkar.

Walaupun demikian, ia menegaskan tidak ada salahnya untuk membangun sebuah koalisi.

"Apalagi dengan PKB kita punya nilai histori pernah maju bersama dalam Pilkada tahun 2019, dengan hal itu bisa menjadi peluang besar agar kiranya bisa bergabung dan berkoalisi lagi di pilkada 2024," tuturnya.

Meskipun saat ini prosesnya terus bergulir di internal partai Golkar, ke depannya segera mungkin akan dibuka penjaringan pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) seperti partai politik yang lain.

"Yang pasti kita mencari sosok yang kredibel dan kapabilitas tinggi, memiliki tanggung jawab dan loyalitas ketika terpilih dan bertugas sebagai Kepala Daerah," sebutnya.

Rizky juga menyebut kondisi perpolitikan di Banjarbaru masih sangat cair dan tidak menutup kemungkinan bagi pemuda bisa ikut berpartisipasi dalam pemilihan Kepala Daerah.

"Kalau komunikasi dengan beberapa bacalon yang namanya beredar itu, sudah ada dua orang, tapi masih sekadar pembicaraan santai, karena perpolitikan masih cair saat ini," imbuhnya.

Di samping itu, Ketua DPC PKB Banjarbaru, Ririk Sumari menyebut pada pilkada 2019 lalu, Golkar, PKB dan PKS pernah satu koalisi.

"Dengan Golkar kita sudah punya chemistry dan sudah kenal banget ibaratnya, namun selanjutnya kita masih menunggu keputusan DPP, kalau jodoh lagi nanti bisa jalan bareng," ringkasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#pemilihan legislatf #dpp #Golkar #banjarbaru #pkb