Figur politisi perempuan bermunculan pada Pilkada 2024 ini. Jika di bursa Pilgub Kalsel muncul Acil Odah alias Raudatul Jannah, di Pilwali Banjarmasin muncul Acil Iyah alias Hilyah Aulia.
***
BANJARMASIN – Acil Odah, kita tahu, adalah istri dari Paman Birin—julukan Gubernur Kalsel dua periode, Sahbirin Noor.
Acil Odah yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, didorong menjadi bakal calon gubernur dari Partai Golkar.
Sedangkan Hilyah adalah Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banjarmasin. Atau lebih dikenal sebagai anggota DPRD Banjarmasin.
Acil Iyah mengutarakan niatnya maju di Pilwali, usai mendaftar penjaringan di internal partainya yang resmi dibuka pada Kamis (24/4).
"Kalau di Kalsel ada Acil Odah, di Banjarmasin ada Acil Iyah," katanya seraya tersenyum.
"Sayalah yang pertama mendaftar penjaringan di PKB," tambahnya sambil menunjukkan formulir pendaftaran penjaringan calon wali kota tersebut.
Acil Iyah menyatakan, pembangunan Kota Seribu Sungai membutuhkan sentuhan perempuan.
"Banjarmasin masih perlu disentuh perempuan. Sebab perempuan lebih teliti, lebih cermat, lebih dari segalanya. Supaya Banjarmasin lebih bungas (cantik)," ujarnya.
Meski sudah resmi mendaftar penjaringan, Acil Iyah tak menyebut apakah akan maju sebagai calon wali kota atau wakil wali kota.
Dia lebih memilih menunggu hasil penjaringan. Apalagi dalam penjaringan, DPP PKB tidak memprioritaskan kader. Siapapun boleh ikut penjaringan.
Diceritakan Hilyah, meski baru dirinya yang mendaftar, namun sudah ada lima orang yang menjalin komunikasi dengan PKB.
Termasuk Arifin Noor, sekarang menjabat Wakil Wali Kota Banjarmasin.
"Penentuannya nanti di fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan)," cetusnya.
Dalam Pileg 2024 kemarin, PKB mendapat lima kursi di DPRD Banjarmasin. Artinya, untuk mengusung paslon di Pilwali, butuh empat kursi lagi.
Maka partai kaum Nahdliyin itu harus membangun koalisi dengan partai lain. "Tidak harus sama dengan koalisi di Pilpres kemarin. Karena kondisi setiap daerah itu berbeda-beda," pungkas Acil Iyah.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief