Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dua Habib "Bertarung" di Banjarmasin, Bagaimana Peluangnya?

Endang Syarifuddin • Selasa, 16 April 2024 | 12:37 WIB
Photo
Photo

Dari dua paslon independen yang muncul, sama-sama menampilkan sosok habib. Sama-sama mengharapkan suara dari kalangan pemilih muslim.

     ***
BANJARMASIN – Bursa Pilkada 2024, diramaikan oleh pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin dari jalur independen.

Sudah ada dua paslon yang mengumumkan diri ke tengah publik. Yakni Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim alias Habib Banua yang menggandeng Iqbal Firdausi.

Sebelumnya, ada pasangan Luthfi Saifuddin dan Habib Faturrachman Bahasyim.

Melihat latar belakang keduanya yang tak asing dengan dunia politik Banua, pengamat politik dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Gazali Rahman melihat kedua paslon tersebut memiliki kans yang sama.

"Kans kedua paslon independen ini sama, namun pasti akan mengerucut, belum tentu keduanya masuk berlaga," ujar dosen di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) ini, Senin (15/4).

Dibeberkannya, calon kepala daerah harus memiliki pesona figur, visi, mesin politik sampai tingkat RT, dan kekuatan finansial.

"Setiap calon harus mempunyai keempat komponen ini, baik dari independen maupun yang diusung parpol," tegasnya.

Kurang satu atau bahkan dua komponen, bakal sulit. Apalagi, para calon independen ini bakal bersaing dengan tokoh-tokoh yang diusung koalisi partai politik.

Seperti Mukhyar dari Partai Keadilan Sejahtera dan Yuni Abdi Nur Sulaiman dari Partai Golkar.

"Bukan maksud melemahkan semangat jalur independen. Tetapi, berdasarkan hasil kajian, calon yang mau maju kontestasi sebenarnya lebih memilih diusung parpol. Mereka bilang lebih seksi," bebernya.

Maksudnya, terkadang pengumuman maju dari jalur independen merupakan "trik" untuk dilirik parpol.

"Cara ini dilakukan agar mereka dilirik oleh parpol," sambung Gazali.

Soal lain, bahwa Habib Banua adalah anggota DPD RI dan Luthfi adalah anggota DPRD Kalsel, Gazali mengingatkan, pengalaman menang di Pileg bukan jaminan.

Sebab bagi pemilih, Pileg dan Pilkada jelas berbeda. Misalnya di Pileg memilih partai A, di Pilwali/Pilbup/Pilgub belum tentu memilih calon yang diusung parpol A.

"Makanya kekuatan figur sangat penting," tukasnya.

Andaikan kedua paslon ini lolos, Gazali tertarik mengamati pada sosok kedua habib. Sebab mereka mengandalkan basis pemilih yang sama.

"Dua habib ini bakal memecah suara. Calon independen yang punya basis massa dapat menjadi pesaing luar biasa bagi kandidat yang diusung parpol," tutup Gazali.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Habib Faturrachman Bahasyim #Pilkada #pilwali #banjarmasin #habib #Habib Banua