BANJARMASIN – Boleh jadi pemilihan kepala daerah 2024 menjadi kontestasi yang paling seru dan menarik. Berdasarkan hasil survei elektabilitas bakal calon kepala daerah yang dilakukan secara mandiri oleh Lembaga Studi Politik dan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ULM Banjarmasin, terungkap bahwa dikenal dan populer saja masih belum cukup untuk memenangkan pilkada.
Elektabilitas bakal calon sangat ditentukan dari profesi, kapasitas, kompetensi dan jejak rekam yang dimiliki. Itulah preferensi mayoritas pemilih untuk menentukan siapa calon kepala daerah yang dipilih. Fakta itu terlihat dalam survei preferensi pemilih dalam menentukan siapa calon bupati yang dipilih oleh warga Tabalong.
Dua nama yang sebelumnya beredar dan diyakini menjadi calon kuat, ternyata berada jauh di bawah pendatang baru yang gerakannya saja belum terlihat di permukaan. Sebut saja Norhasani, calon independen pada Pilkada Tabalong 2018, ternyata berada jauh di bawah Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Tabalong, Noor Rifani alias H Fani.
Demikian juga Ketua DPC PKB Tabalong, Marlan yang santer disebut bakal maju pada pilkada 2024, ternyata elektabilitasnya jauh berada di bawah Noor Rifani dan Norhasani.
Birokrat yang saat ini menjabat Kepala Badan Kepegawaian, Erwan Mardani, justru berada pada urutan ketiga sebagai calon kepala daerah yang dipilih warga Tabalong. Preferensi pemilih dari hasil survei ini membuktikan bahwa warga Tabalong lebih percaya dan lebih memilih birokrat sebagai kepala daerah.
Direktur LSPP, Safa Muzdalifah mengungkapkan survei yang dilakukan LSPP dimaksudkan sebagai pendidikan politik sekaligus referensi bagi masyarakat, partai politik maupun kandidat yang akan berkontestasi dalam pilkada 2024. “Hasil survei ini bisa menjadi referensi untuk masyarakat, termasuk bakal calon kepala daerah untuk menyusun strategi yang matang. Kami mengukur elektabilitas partai politik, peta sebaran kantong suara, serta elektabilitas calon kepala daerah. Apakah ada kesamaan atau perbedaan dengan pilkada sebelumnya,” ujar Safa dalam penyampaian hasil survei di hadapan para awak media pada Jumat (29/3) malam.
Safa menyebut ada 1.074 responden yang dipilih dengan metode stratified multistage random sampling. Populasi tersebar di seluruh kabupaten/kota yang dikelompokkan lagi berdasarkan desa/kelurahan. Kemudian dipilih secara acak berdasarkan kluster pada 5 RT. Selanjutnya dipilih acak 2 kepala keluarga yang memiliki hak pilih baik laki-laki maupun perempuan untuk diwawancarai.
Sampel pemilih di Tabalong didominasi pemilih milenial muda hampir 63 persen, milenial matang 16 persen, dan Gen Z sebanyak 10 persen. Sisanya adalah Gen X dan Baby Boomers. Ketika responden ditanya siapa calon Bupati Tabalong yang akan dipilih dalam Pilkada 2024, sebanyak 46% memilih Noor Rifani, kemudian 9,76% memilih Norhasani dan Erwan Mardani, lalu 7,32% memilih Mustafa dan Mawardi. Sedangkan yang memilih H Marlan hanya 4,88%.
Berkaca pada pemilihan kepala daerah di Tabalong sejak dilakukan secara langsung, pemenang yang terpilih selalu berlatar belakang birokrat. Noor Aidi Rachman dan Rachman Ramsyi dulunya adalah mantan Sekretaris Daerah Tabalong. Kemudiaan Anang Syakhfiani adalah mantan Kepala Bappeda dan Kepala Dinas Tata Kota dan Kebersihan Tabalong.
Safa mengatakan kekuatan figur menjadi faktor sangat menentukan elektabilitas bakal calon yang berlaga. “Figur calon sangat berpengaruh besar,” katanya.
Lantas seperti apa tanggapan para bakal calon yang namanya menjadi pilihan responden? Erwan Mardani mengaku menunggu seperti apa harapan masyarakat nanti. Erwan berterima kasih kepada masyarakat Tabalong. “Tapi, saya menunggu hasil sebenarnya nanti. Apakah saya akan mencalonkan diri menjadi bupati atau wakil bupati, saya kembalikan ke masyarakat,” ucapnya. “Kalau mengarah ke bupati, saya bersyukur. Kalau mengarah ke wakil bupati, saya bersyukur," sambungnya.
Ketua DPC PKB yang juga pengusaha sukses di Tabalong, H Marlan mengatakan ia tak terpengaruh dengan hasil survei tersebut. "Insya Allah, saya siap menjadi Bupati Tabalong, kalau diberi kesehatan dan panjang umur. Bagi saya survei ini tidak bisa diterima, karena yang diambil baru sebagian warga Tabalong, tidak semuanya. Apalagi surveinya diambil dari salah satu kandidat calon, jadi tidak bisa diterima,” bandingnya.
Sementara kandidat terkuat, Muhammad Noor Rifani menyerahkan sepenuhnya kepada pilihan masyarakat Tabalong. "Kalau masyarakat Tabalong menghendaki, Insya Allah kami siap mengabdi untuk bersama masyarakat membangun Tabalong," katanya.
Ketua DPRD Tabalong, H Mustafa yang masuk dalam daftar nama kandidat mengaku siap untuk maju dalam kontestasi pilkada nanti. "Insya Allah, maju. Karena Pillkada yang akan datang petahana sudah habis. Untuk masalah Tabalong satu atau Tabalong dua, mana yang terbaik masih belum ditentukan,” ujarnya.
Norhasani mengungkapkan siap maju kembali dengan perahu NasDem. Itu disampaikannya dalam jumpa pers di Tanjung, belum lama tadi. Purnawirwan Polri yang populer dengan panggilan Haji Sani itu merasa yakin dengan posisi NasDem di puncak perolehan suara pemilihan anggota legislatif (Pileg), bisa mengantarkannya memenangkan pilkada Tabalong. "Siap maju," katanya, didampingi sejumlah tim sukses.
Meski 6 kursi yang dimiliki NasDem di DPRD Tabalong cukup mengusungnya, tapi ia tetap akan mencari satu partai koalisi.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief