Komposisi 30 anggota DPRD Banjarbaru bakal berubah. Ada sejumlah petahana kemungkinan terpental karena kalah bersaing dengan para pendatang baru pada Pileg 2024.
****
BANJARBARU - Meski penghitungan suara pemilihan legislatif (pileg) pada Pemilu 2024 masih dilakukan oleh KPU, namun nama-nama caleg yang bakal menduduki kursi DPRD Banjarbaru periode 2024-2029 mulai terlihat.
Berdasarkan hasil perolehan suara dari saksi dan internal partai politik (parpol) yang didapatkan Radar Banjarmasin, diprediksi ada 10 wajah baru akan melenggang ke gedung wakil rakyat. "Dari penghitungan kami ada 10 nama baru yang duduk, ada dari Golkar, Demokrat, PPP, Nasdem dan PDI Perjuangan," kata sumber dari internal salah satu parpol.
Ia menyebut, caleg wajah baru Golkar yang diprediksi mendapatkan kursi adalah Jon Robet, Muhammad Syahrial, dan Siska Monalisa. Sedangkan dari Demokrat, Intan Widia Mentari, Muhammad Rizal Siregar dan dr Eko Subiyanto. Lalu, dari PPP, Emir Nahl Kharisma, dan Munaji. Sementara dari Nasdem, Syaiful Bahri, serta dari PDIP, Putra Qomaluddin Attar Nurriqli.
Radar Banjarmasin mencoba mencocokkan 10 nama itu dengan hasil perolehan suara sementara di website KPU https://pemilu2024.kpu.go.id pada Selasa (20/2) siang. Benar saja, beberapa dari mereka memang sudah memperoleh banyak suara.
Putra Qomaluddin Attar Nurriqli misalnya. Bertarung di Dapil Banjarbaru 1, meliputi Kecamatan Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan, ia sudah mengumpulkan 186 suara, dari total 38,72 persen suara yang sudah masuk ke website.
Untuk sementara perolehan suara caleg nomor urut 4 itu memimpin dan lebih banyak dibandingkan dua petahana yang sama-sama dari PDIP. Yakni, Herry Budimansyah dengan 130 suara, dan H Ronauli Saragi, 107 suara.
Di Partai Golkar, caleg pendatang baru Jon Robet juga memimpin sementara di dapil 1 dengan 229 suara. Sedangkan petahana, Liana baru mengumpulkan 199 suara.
Begitu juga dengan Syaiful Bahri, ia memperoleh suara terbanyak di NasDem dengan 353 suara. Di Partai Demokrat, pendatang baru, Intan Widia Mentari juga memimpin dengan 227 suara. Sedangkan di PPP, Emir Nahl Kharisma, suaranya hanya kalah tipis dengan petahana, Napsiani Samandi. Yakni 129 berbanding 132.
Menuju ke Dapil Banjarbaru 2, meliputi Kecamatan Cempaka. Dari 21,74 persen suara yang masuk, pendatang baru Muhammad Syahrial sudah mendapatkan 102 suara di Golkar. Lebih banyak dibandingkan petahana, Taufik Rachman yang punya 56 suara. Caleg baru lainnya, dr Eko Subiyanto juga sama. 163 suara yang sudah ia kumpulkan, menjadi yang terbanyak di Demokrat dapil 2.
Siska Monalisa dari Golkar yang paling mantap. Bertarung di Dapil Banjarbaru 3, meliputi Kecamatan Liang Anggang dia sudah memperoleh 622 suara, dari total 39,74 persen suara yang sudah masuk. Suara Siska paling banyak dibandingkan semua caleg di dapil itu.
Sedangkan di Dapil Banjarbaru 4, mencakup di Landasan Ulin. Meski baru 18,40 persen suara yang masuk, caleg pendatang baru dari Demokrat, Muhammad Rizal Siregar sudah memimpin dengan 11 suara. Sementara Munaji dari PPP juga unggul dari petahana, Muhammad subakhi, dengan satu suara.
Namanya masuk dalam jajaran yang diprediksi bakal terpilih jadi wakil rakyat, caleg pendatang baru dari Golkar, Jon Robet mengaku bersyukur. "Terima kasih kepada keluarga besar serta seluruh relawan yang telah membersamai dan memilih saya," ucapnya.
Di sisi lain, petahana dari PDIP, Ronauli Saragih mengakui jika persaingan di Pileg 2024 cukup sulit. "Karena banyak orang-orang baru hampir di semua partai, sehingga banyak pendatang baru yang duduk," ujar Caleg Dapil Banjarbaru 1 ini.
Kontribusi ke Masyarakat Turut Menentukan
Akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sekaligus pengamat politik, Arif Rahman Hakim menyoroti adanya caleg petahana yang tergeser oleh pendatang baru.
Menurutnya, hal ini harus menjadi catatan tersendiri. Terlebih, bagi petahana yang tidak terpilih maka perlu direnungi bagaimana kinerja saat duduk di kursi DPR. "Apakah sudah maksimal memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan-persoalan di masyarakat atau bahkan sangat minim kontribusinya," papar Arif.
Sedangkan bagi pendatang baru yang terpilih, ini menjadi catatan agar ketika menjabat dapat memberikan kinerja terbaik. "Sehingga, pada pemilu berikutnya tetap mendapat tempat di hati masyarakat," ungkapnya.
Arif menjelaskan, metode kampanye diperkirakan juga mempengaruhi tingkat keterpilihan kandidat di hati masyarakat. Pemilih akan melihat mulai dari rekam jejak kandidat, komunikasi politik (interaksi dengan warga), dan membangun citra di berbagai platform media.
Selain itu, sejauh mana kemampuan para kandidat dapat memetakan karakteristik pemilih. "Sehingga strategi yang digunakan sangat variatif, menyesuaikan karakteristik pemilih," tutur Arif.
Sementara itu, Ketua KPU Banjarbaru, Rozy Maulana angkat bicara terkait prediksi hasil Pemilu 2024 yang beredar di masyarakat.
Ia menekankan, prediksi dan jumlah perolehan suara tersebut bukan datang dari KPU, melainkan penghitungan suara dari parpol di Banjarbaru. “Jadi kami tidak mengiyakan karena yang real dan yang sah adalah ketika penetapan dari pleno KPU,” katanya
Karena itu Rozy meminta agar masyarakat dapat menunggu hasil penetapan dari KPU Banjarbaru. "Hasil KPU yang benar-benar menetapkan siapa yang menduduki kursi DPRD. Sekarang penghitungan masih berjalan," ujarnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief