BANJARMASIN – Rekapitulasi perolehan suara di tingkat kecamatan dikabarkan tiba-tiba dihentikan oleh KPU RI. Penyebabnya, karena ada gangguan di aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).
Anggota KPU, Idham Holik membenarkan adanya penghentian proses rekapitulasi di tingkat kecamatan itu. Namun, ia membantah penghentian karena adanya motif untuk memanipulasi suara.
Kebijakan penghentian rekapitulasi itu diketahui dari beredarnya surat instruksi yang dikeluarkan beberapa KPU kabupaten/kota kepada jajaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Dalam surat dijelaskan sesuai arahan KPU RI pada 18 Februari 2024, jadwal pleno PPK harus ditunda sampai 20 Februari 2024. KPU saat ini sedang fokus melakukan akurasi atau sinkronisasi data numerik tampilan publik di website pemilu2024.kpu.go.id dengan data otentik yang ada di dalam foto formulir model C. “Publik berharap informasi yang ditampilkan di web Pemilu 2024 adalah informasi akurat. Seluruh sumber daya di tingkat KPU provinsi dan kabupaten/kota agar melakukan sinkronisasi data tersebut,” terang Idham.
Lalu bagaimana dengan di Kalsel? Ketua KPU Kalsel, Andi Tenri Sompa menegaskan proses rekapitulasi di tingkat kecamatan masih berlangsung. “Tak ada penghentian,” tegasnya kemarin (19/2).
Tenri mengakui aplikasi Sirekap sebelumnya memang sempat terganggu. Hal ini lantaran yang menginput hasil formulir C 1 tak hanya satu daerah. Tapi, seluruh Indonesia. “Saya pastikan tahapan rekapitulasi di tingkat kecamatan sesuai jadwal,” ucapnya.
Untuk diketahui, rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024 di tingkat kecamatan sedang berlangsung hingga 2 Maret mendatang. Proses di tingkat ini rawan terjadi manipulasi suara.
Bahkan tak jarang terjadi keributan lantaran faktor pengurangan maupun penambahan perolehan suara. Menjadi tidak sesuai dengan penghitungan di tingkat KPPS.
Rawannya dugaan terjadinya manipulasi suara ini diakui Bawaslu. Pihaknya memastikan pengawasan akan lebih ketat. Kerawanan manipulasi suara tak hanya beda partai politik (parpol). “Namun, rawan juga terjadi di internal parpol. Ini menjadi fokus kami,” tekan Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Winarto menegaskan pengamanan hasil pungut hitung suara di KPPS semakin diketatkan saat rekapitulasi di kecamatan. Meski sempat ada beberapa kejadian, kondisi wilayah Kalsel tetap kondusif. “Kami pastikan Polda Kalsel akan mengawal tahapan rekapitulasi berjenjang ini,” tegasnya.
Rekapitulasi perolehan suara di tingkat kecamatan yang rawan ini sudah dipetakan Polda Kalsel sejak lama. “Penebalan pengamanan kami pastikan di tahapan ini,” tekannya.
Proses rekapitulasi hasil penghitungan suara di kecamatan dilakukan penyandingan melalui aplikasi Sirekap dengan formulir C hasil yang sudah diunggah oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Rekap Manual
Ketua KPU Tanah Bumbu, Puryadi menambahkan bahwa server aplikasi Sirekap sempat down dan menyebabkan keterlambatan rekapitulasi. “Jadi perekapan dilakukan manual,” ucapnya.
Rekapitulasi suara dilakukan sejak Minggu (18/2) di sejumlah kecamatan di Bumi Bersujud. Pada hari Minggu, rekapitulasi dilakukan di Sungai Loban, Kusan Hilir, Mantewe, Kusan Hulu, Angsana. Kemudian kemarin pada 19 Februari, dilanjutkan di Simpang Empat, Batulicin, Kusan Tengah, Satui, Karang Bintang, Kuranji, dan Teluk Kepayang.
Camat Batulicin, Erli Yuli Susanti menuturkan bahwa terdapat beberapa kesalahan teknis yang menyebabkan perhitungan suara terlambat. “Tapi syukurnya sekarang sudah lancar,” ungkap Erli, kemarin.
Ketua PPK Karang Intan dari Kabupaten Banjar, Dita Iqlima menyampaikan tidak ada kendala untuk rekapitulasi tingkat kecamatan. "Insya Allah aman. Mungkin yang perlu diperhatikan itu tingkat ketelitian dan kehati-hatian di aplikasi Sirekapnya," ucap Dita.
Menurut Dita, server Sirekap yang disediakan KPU RI bisa saja mengalami kendala. "Jadi kita menunggu itu. Kami pastikan secara teknis aman," sebutnya.
Demi pengamanan proses rekapitulasi tingkat kecamatan, Polsek Karang Intan mengerahkan seluruh personel untuk pengamanan di Aula Poko Gonco Ahmad, Kecamatan Karang Intan.
Kapolsek Karang Intan, Ipda Gandhy Androfo menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan seluruh personel yang sedang piket maupun cadangan untuk mengawal jalannya rekapitulasi.
Dalam proses pleno nanti, ujar Ipda Gandhy, wajar jika terjadi perdebatan antar saksi. Mereka telah mengantisipasi jika terjadi adanya indikasi gangguan kamtibmas. “Jadi pada saat pleno nanti, kami juga akan hadir di sana untuk memberikan rasa aman. Kami juga akan mengawal (logistik, red) hingga masuk dalam gudang," tuturnya. Pengamanan dilakukan 24 jam bersama Koramil dan PPK.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief