AMUNTAI – Masuk masa tenang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Hulu Sungai Utara memastikan telah membentuk Posko Pengaduan Masyarakat. Posko ini dibentuk di 10 kecamatan. Tepatnya berlokasi di markas panwascam.
Koordinator Sekretariat Bawaslu HSU, Agus Salim menyampaikan pihaknya telah melaksanakan supervisi di tingkat kecamatan. Ini demi memastikan bahwa jajaran sekretariat panwascam telah menyiapkan posko pengaduan masyarakat. “Panwascam memastikan adanya spanduk atau banner, meja pelayanan, petugas penerima laporan dan keperluan lain, sebagai sarana pendukung tugas dan fungsi panwascam,” ujar Agus mewakili Ketua Bawaslu HSU Marfa'i, kemarin.
Posko ini menerima laporan atau aduan dari masyarakat pada saat masa tenang dan pungut hitung. “Ini salah satu upaya kami memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait proses pengawasan pemilu,” ucapnya.
Penggiat pemilu di Kota Amuntai, M Noor Ramadhan mengatakan kehadiran posko pengaduan dinilai perlu. Mengingat masa tenang ini justru memiliki tingkat kerawanan tinggi, karena caleg berpotensi masih berkampanye. Termasuk juga dugaan kecurangan-kecurangan lainnya. “Jika masyarakat menemukan dugaan pelanggaran pemilu bisa langsung melaporkan melalui posko aduan,” sebutnya.
Puskesmas Buka 24 Jam
Ada 13 puskesmas yang tersebar pada 12 kecamatan di Kabupaten Tapin. Selama pencoblosan 14 Februari nanti, puskesmas diminta tidak libur.
Pj Bupati Tapin, Muhammad Syarifuddin memberitahukan bahwa langkah antisipasi sejak dini perlu dilakukan saat pemilu nanti. “Salah satunya puskesmas akan dibuka selama 24 jam,” katanya, Senin (12/2) usai silaturahmi dengan tenaga kesehatan di Pendopo Galuh Bastari.
Ini demi memberikan layanan kesehatan kepada penyelenggara. “Kalau nanti ada yang sakit atau kelelahan bisa langsung dibawa ke puskesmas untuk diberikan pertolongan pertama,” jelasnya.
Syarifuddin tidak ingin kejadian pada 2019 lalu terulang. Ada anggota KPPS yang meninggal dunia akibat kelelahan. “Kita tidak ingin ada petugas di Tapin yang tumbang,” paparnya.
Syarifuddin berharap seluruh yang terlibat bisa selalu sehat. “Intinya selalu jaga kesehatan, istirahat yang cukup sebelum pelaksanaan, dan selamat berjuang,” tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, Alfian Yusuf mengakui Kementerian Kesehatan juga sudah menginstruksikan agar puskesmas siaga selama 24 jam. “Tenaga kesehatan akan bergantian bertugas untuk melayani, khususnya para penyelenggara pemilu,” tegasnya.
Kapolres Tapin, AKBP Sugeng Priyanto berharap anggotanya juga sehat dalam bertugas. “Jadi harus istirahat yang cukup,” ingatnya.
Personel keamanan pemilu memang harus selalu siaga. “Jadi saat berada di TPS harus benar-benar mengecek kesiapan dan tempat logistik. Kemudian harus segera berkoordinasi dengan KPPS setempat,” pintanya.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief