RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU - 80 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, mendapatkan wawasan langsung mengenai praktik industri pertambangan dan pemberdayaan masyarakat. Materi disampaikan melalui kuliah umum yang menghadirkan praktisi PT Arutmin Indonesia (Arutmin), salah satu unit usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Senin (14/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Syahid, perwakilan Arutmin yang bertindak sebagai pemateri membagikan pengalaman perusahaan dalam menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), sekaligus menjelaskan keterkaitannya dengan aspek kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional. “Arutmin tidak hanya menyediakan energi untuk kebutuhan PLTU, dalam operasionalnya Arutmin juga menjalankan program-program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Syahid.
Menurutnya, pelaksanaan PPM mencakup berbagai bidang yang berkaitan dengan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Hal tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa Kesehatan Masyarakat karena bersinggungan dengan sejumlah aspek, seperti kesehatan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta dukungan terhadap akses layanan kesehatan.
Kuliah umum berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan dan diskusi. Para mahasiswa berkesempatan mengajukan pertanyaan, serta menggali pengalaman praktis mengenai tantangan dan pendekatan yang dilakukan dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar kegiatan operasional pertambangan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri dalam memperkaya pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman praktis. Kehadiran praktisi industri di lingkungan akademik juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana konsep yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam konteks sosial dan operasional di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, Arutmin berharap pertukaran pengetahuan antara praktisi dan akademisi dapat terus dikembangkan, sekaligus memberikan wawasan bagi mahasiswa mengenai peran dan kontribusi dunia industri dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Editor : Fauzan Ridhani