Asap Karhutla Tak Kunjung Hilang, Pelajar di Kabupaten HSU Belajar dari Rumah Selama Tiga Hari

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 09:08 WIB
BELAJAR DI RUMAH: Untuk sementara siswa di Kabupaten HSU mengikuti pembelajaran dari rumah pada 21-23 September 2026 menyusul penghentian sementara KBM tatap muka akibat kabut asap karhutla.(Foto: M Akbar/Radar Banjarmasin)
BELAJAR DI RUMAH: Untuk sementara siswa di Kabupaten HSU mengikuti pembelajaran dari rumah pada 21-23 September 2026 menyusul penghentian sementara KBM tatap muka akibat kabut asap karhutla.(Foto: M Akbar/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum sepenuhnya hilang, membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali mengambil langkah tegas. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka dihentikan sementara selama tiga hari.

Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin (21/9/2026) hingga Rabu (23/9/2026).

Seluruh peserta didik dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga Program Kesetaraan Paket B/C di HSU mengikuti pembelajaran melalui Belajar dari Rumah (BDR) maupun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kepala Disdikbud HSU, Rahman Heriadi mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah kedua yang dikeluarkan pihaknya untuk mengantisipasi dampak asap karhutla terhadap warga sekolah.

“Ini adalah kebijakan kedua yang kami keluarkan dalam menangani dampak asap karhutla. Situasi belum sepenuhnya membaik, sehingga kami harus tetap berhati-hati dan mengambil langkah pencegahan lebih lanjut,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Menurut dia, keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan menjadi pertimbangan utama. Karena itu, aktivitas pembelajaran tetap dijalankan dengan menyesuaikan kondisi lingkungan.

“Keputusan ini bukan tanpa alasan. Kesehatan dan keselamatan anak-anak kita adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Rahman menekankan kebijakan BDR dan PJJ bukan berarti siswa diliburkan. Proses pendidikan tetap berjalan dari rumah dengan materi yang disesuaikan.

“BDR maupun PJJ ini bukan libur. Pembelajaran tetap berjalan, difokuskan pada penguatan literasi, numerasi, dan pembentukan karakter peserta didik agar semangat belajar tidak luntur meski dilakukan dari rumah,” jelasnya.

Selain mengatur pola pembelajaran, Disdikbud HSU juga menetapkan ketentuan bagi tenaga pendidik dan kependidikan.

ASN daerah tetap melakukan presensi melalui Aplikasi SIPP dengan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama 21–23 September.

Sementara itu, PTK non-ASN tetap hadir di satuan pendidikan dengan penyesuaian beban kerja sesuai kondisi dan kebutuhan sekolah.

Pelaksanaan KBM selama masa BDR/PJJ juga tetap dipantau. Sekolah diwajibkan melaporkan pelaksanaan pembelajaran melalui portal KBM HSU menggunakan akun NPSN masing-masing.

Tak kalah penting, Disdikbud HSU meminta orang tua dan wali murid ikut memperkuat perlindungan anak selama kondisi udara belum membaik.

Anak diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah, serta memperbanyak konsumsi air putih.

Jika anak mengalami keluhan kesehatan, orang tua diminta segera membawanya ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

“Kepada para Kepala Sekolah, pastikan pembelajaran dari rumah tetap efektif dan terjalin koordinasi yang baik dengan orang tua. Mari kita jaga bersama kesehatan, keselamatan, dan kualitas pendidikan anak-anak kita di tengah situasi ini,” pesannya.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Disdikbud HSU Nomor 400.3.1/1353/DISDIKBUD tertanggal 20 September 2026.

Penghentian sementara KBM tatap muka ini menjadi bagian dari rangkaian langkah Disdikbud HSU dalam merespons kondisi asap karhutla, sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan warga sekolah.

Editor : Fauzan Ridhani
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kabut Asap Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara disdikbud