Kabut Asap Karhutla Belum Berakhir, Disdikbud HSS Perpanjang PJJ hingga 1 September

M Padil Ihsan • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 17:27 WIB
SEPI: Aktivitas di sekolah SD dan SMP sepi, karena siswa menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Selasa (1/9/2026).
SEPI: Aktivitas di sekolah SD dan SMP sepi, karena siswa menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Selasa (1/9/2026).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KANDANGAN - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan. Kondisi udara yang belum aman membuat kegiatan belajar tatap muka kembali ditunda.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten HSS memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga Selasa (1/9/2026).

Sebelumnya, PJJ hanya diberlakukan selama satu hari, yakni Senin (31/8/2026). Namun, karena kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat, kebijakan tersebut diperpanjang.

Udara Masih Tidak Sehat

Berdasarkan pantauan kualitas udara pada Selasa (1/9/2026) pukul 08.00 WITA, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di HSS berada di angka 156.

Angka tersebut masuk kategori Tidak Sehat. Meski demikian, kondisinya jauh membaik dibandingkan sehari sebelumnya.

Pada Senin (31/8/2026), kualitas udara sempat mencapai kategori Berbahaya, dengan nilai ISPU menyentuh 380.

Kepala Disdikbud HSS Ronaldy Prana Putra membenarkan perpanjangan PJJ tersebut.

“Betul, PJJ kita perpanjang sampai Selasa 1 September,” ujarnya.

Ronaldy berharap kualitas udara terus membaik sehingga aktivitas pembelajaran dapat kembali dilaksanakan secara normal.

“Semoga kualitas udara terus membaik, sehingga pada hari Rabu besok pembelajaran bisa normal kembali,” harapnya.

Siswa Dukung Belajar dari Rumah

Keputusan mengalihkan pembelajaran ke rumah mendapat dukungan dari siswa. Ulfiya Safira, siswi kelas XI G SMAN 1 Kandangan, menilai PJJ menjadi pilihan yang tepat di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat.

Menurutnya, kabut asap sudah mulai mengganggu pernapasan. Karena itu, belajar dari rumah dinilai lebih aman untuk sementara waktu.

“Kalau dari Ulun sebagai siswi SMAN 1 Kandangan, pastinya mendukung dan memaklumi keputusan sekolah menerapkan PJJ ini. Soalnya kondisi kabut asap akibat karhutla makin pekat dan mengganggu pernapasan. Jadi memang paling bagus belajar di rumah dulu demi kesehatan bersama,” ujarnya.

Orang Tua Utamakan Kesehatan Anak

Dukungan juga datang dari orang tua siswa TK Pulatis Sigar, Zulkhairatun Ni’mah.

Ia mengaku lebih tenang anaknya, Adzkiya Dinara Puteri, belajar dari rumah selama kualitas udara belum membaik.

Menurutnya, kesehatan anak menjadi pertimbangan utama. Sementara untuk menjaga proses belajar tetap berjalan, guru memberikan tugas yang dapat dikerjakan dari rumah.

“Sekolah diliburkan karena kabut asap. Saya mendukung kebijakan ini karena yang paling penting kesehatan anak. Pihak guru memberikan tugas menulis saja kepada anak-anak seperti yang biasa dilakukan di sekolah,” ujarnya.

Dengan kondisi udara yang masih berada pada kategori tidak sehat, pelaksanaan pembelajaran tatap muka di HSS masih menunggu situasi benar-benar aman. Jika kualitas udara membaik, kegiatan belajar mengajar diharapkan kembali normal pada Rabu (2/9/2026).

 

Editor : Eddy Hardiyanto
disdikbud hss karhutla Kabut Asap pjj