Bupati Sahrujani Bagikan Masker ke Pelajar SMPN 4, Ingatkan Bahaya Asap Karhutla

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:58 WIB
MOMEN: Bupati HSU, H Sahrujani membagikan masker dan mengedukasi pelajar SMPN 4 tentang bahaya asap karhutla serta pentingnya menjaga kesehatan. (Foto: Istimewa)
MOMEN: Bupati HSU, H Sahrujani membagikan masker dan mengedukasi pelajar SMPN 4 tentang bahaya asap karhutla serta pentingnya menjaga kesehatan. (Foto: Istimewa)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya mengganggu jarak pandang. Dampaknya terhadap kesehatan juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Hal itu terlihat saat Bupati HSU, H Sahrujani turun langsung membagikan masker kepada para siswa SMPN 4, Selasa (1/9/2026). Di sela kegiatan bakti sosial dan penyuluhan dampak karhutla terhadap kesehatan tersebut, Sahrujani juga menyempatkan diri berbincang dengan para pelajar.

Suasana akrab terlihat ketika orang nomor satu di HSU itu menyapa siswa satu per satu sembari menyerahkan masker. Ia mengingatkan para pelajar agar tidak mengabaikan kesehatan ketika kualitas udara menurun akibat asap karhutla.

“Jaga kesehatan dan lingkungan. Gunakan masker ketika berada di luar ruangan, terutama saat kondisi udara dipenuhi asap,” pesan Sahrujani kepada para siswa.

Tak sekadar membagikan masker, kegiatan tersebut juga diisi edukasi mengenai bahaya paparan asap karhutla. Para pelajar diberikan pemahaman tentang risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan tenggorokan.

Mereka juga mendapatkan pengetahuan mengenai langkah perlindungan diri, mulai dari menggunakan masker hingga mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika paparan asap meningkat.

Kegiatan ini melibatkan seluruh puskesmas se-Kabupaten HSU, RSUD Pambalah Batung, serta Himpunan Dokter di Kabupaten HSU. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan sektor kesehatan dan pendidikan menghadapi dampak karhutla.

Sahrujani menilai edukasi mengenai karhutla dan kesehatan perlu diberikan sejak dini. Pelajar tidak hanya diharapkan mampu melindungi diri, tetapi juga menjadi penyambung informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

“Perlindungan terhadap anak dan generasi muda menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak karhutla. Karena itu, pencegahan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat,” ujarnya.

Pemkab HSU pun mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat. 

Langkah tersebut dinilai penting agar upaya pencegahan karhutla sekaligus perlindungan kesehatan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Di tengah ancaman asap karhutla, pesan yang disampaikan sederhana, jangan menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan dan lingkungan.

Editor : Fauzan Ridhani
asap karhutla Sahrujani Amuntai Pemkab HSU Kabupaten Hulu Sungai Utara