41 Pelajar dari 22 SMP Adu Jago Resensi Buku di Bumi Saijaan, Untuk Bidik Generasi Gemar Membaca

Jumain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:48 WIB
ASAH LITERASI: Peserta serius menuangkan gagasan saat mengikuti Lomba Resensi Buku yang digelar Dispersip Kotabaru.
Foto:Dispersip untuk Radar Banjarmasin.
ASAH LITERASI: Peserta serius menuangkan gagasan saat mengikuti Lomba Resensi Buku yang digelar Dispersip Kotabaru. Foto:Dispersip untuk Radar Banjarmasin.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Sebanyak 41 pelajar dari 22 SMP di Kabupaten Kotabaru adu kemampuan dalam mengulas buku. Mereka ambil bagian dalam Lomba Resensi Buku tingkat SMP sederajat yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kotabaru, Kamis (27/8).

Para peserta berasal dari enam kecamatan. Mereka berkumpul di Meeting Room Kartika Lantai II untuk menunjukkan kemampuan memahami isi buku sekaligus menyampaikan hasil ulasan secara runtut.

Lomba ini bukan sekadar mencari siapa yang paling jago merangkai kata. Dispersip ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai salah satu cara untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi pelajar di Bumi Sa-Ijaan.

Mengusung tema “Ciptakan Generasi Terampil Berbahasa, Kreatif dan Inspiratif melalui Budaya Literasi Berkelanjutan untuk Kotabaru Hebat”, peserta ditantang memahami buku yang dibaca, menemukan kelebihan dan kekurangannya, kemudian menuangkannya dalam bentuk resensi.

Sekretaris Dispersip Kotabaru H Asriady Sulaiman, mengatakan antusiasme peserta menjadi hal yang patut diapresiasi.

Menurutnya, kemampuan membaca dan memahami sebuah buku merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Terlebih saat ini pelajar hidup di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Teknologi, kata Asriady, seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar. Namun, kemajuan tersebut tidak boleh membuat budaya membaca ditinggalkan.

“Anak-anak sekalian sudah mengenal teknologi. Bahkan hari ini sudah membawa laptop masing-masing. Ini menunjukkan adanya kemajuan dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pendidikan,” ujarnya.

Ia menilai lomba resensi memiliki manfaat yang cukup besar bagi peserta. Sebab, siswa tidak hanya diminta membaca. Mereka juga harus memahami isi buku, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya, kemudian mampu menyampaikan pemikirannya dengan bahasa yang baik.

“Minimal dari resensi ini anak-anak mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam dalam mengulas satu buku yang ada di perpustakaan sekolah,” katanya.

Menurutnya, kemampuan tersebut dapat menjadi bekal bagi pelajar dalam mengikuti perkembangan zaman. Tidak hanya untuk kepentingan perlombaan, tetapi juga dalam kegiatan belajar dan kehidupan sehari-hari.

Ia berharap 41 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi pelajar lainnya di sekolah masing-masing.

Serta mampu menularkan kebiasaan membaca sekaligus mengajak teman-temannya lebih dekat dengan buku.

“Kami berharap dari kegiatan ini akan lahir nominasi-nominasi terbaik yang dapat membawa nama Kabupaten Kotabaru dan menjadi bagian dari pengembangan budaya literasi di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Usai pembukaan, para peserta langsung mengikuti perlombaan. Mereka menunjukkan kemampuan terbaik dalam mengulas buku yang telah dipersiapkan.

“Semakin banyak pelajar yang mau membaca, memahami dan berani menyampaikan gagasan, semakin besar peluang lahirnya generasi yang terampil berbahasa, kreatif dan inspiratif,” tutupnya.

Editor : Arif Subekti
Kotabaru kemampuan literasi lomba resensi buku meningkatkan baca generasi terampil membaca