Kabut Asap ! Disdik Banjarmasin Buka Opsi PJJ, Sambil Melihat Dampak di Lapangan

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:23 WIB
BERANGKAT SEKOLAH: Sambil memantau dampak kabut asap, Disdik Banjarmasin menyiapkan langkah agar aktivitas belajar mengajar di sekolah berjalan lancar.
BERANGKAT SEKOLAH: Sambil memantau dampak kabut asap, Disdik Banjarmasin menyiapkan langkah agar aktivitas belajar mengajar di sekolah berjalan lancar.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Kabut asap mulai masuk ke sejumlah wilayah Kota Banjarmasin, terutama kawasan yang berada di dekat perbatasan. Kondisi ini membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi siswa dan tenaga pendidik.

Untuk sementara, aktivitas belajar mengajar masih berjalan normal. Namun, Disdik tidak menutup kemungkinan mengubah pola pembelajaran jika paparan asap semakin mengganggu dan membahayakan kesehatan.

Kepala Disdik Banjarmasin Ryan Utama mengatakan belum ada penyesuaian jam masuk sekolah akibat kabut asap.

Sebagai langkah awal, sekolah akan diarahkan menggunakan masker. Kondisi udara di masing-masing wilayah juga akan terus dipantau.

“Kami akan mengeluarkan surat edaran terkait dengan penggunaan masker ke sekolah,” kata Ryan, Kamis (20/8/2026).

Sekolah Diminta Laporkan Kondisi Kabut Asap

Disdik Banjarmasin juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mendukung pembagian masker di lingkungan sekolah.

Sementara keputusan mengenai perubahan jam belajar akan melihat perkembangan dampak kebakaran lahan. Disdik juga akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebelum mengambil kebijakan lebih lanjut.

Tak hanya itu, seluruh kepala sekolah akan diminta melaporkan kondisi kabut asap di wilayah masing-masing.

Laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi dengan Wali Kota Banjarmasin untuk menentukan sekolah yang masih kondusif dan sekolah yang perlu menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Bisa jadi nanti mungkin ada PJJ kalau memang itu sangat mengganggu dan membahayakan bagi peserta didik dan tenaga pendidik,” tegasnya.

Artinya, belum ada perubahan kegiatan belajar mengajar untuk saat ini. Namun, kebijakan tersebut bisa berubah sewaktu-waktu apabila kondisi kabut asap semakin parah.

BPBD Mulai Bagikan Masker

Langkah antisipasi juga dilakukan BPBD Banjarmasin.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin Husni Thamrin mengatakan pembagian masker kepada masyarakat telah dilakukan sejak 18 dan 19 Agustus 2026.

Prioritas diberikan kepada masyarakat dan petugas yang beraktivitas di kawasan dengan paparan asap cukup kuat, terutama wilayah dekat perbatasan.

Petugas juga membagikan masker secara langsung kepada warga yang ditemukan sedang beraktivitas di luar ruangan.

“Yang pasti di dekat-dekat perbatasan yang memang sangat berkabut, yang sangat terasa asapnya,” ucap Husni.

Stok Masker Lebih dari 1.000, Dibagikan Bertahap

BPBD Banjarmasin saat ini memiliki stok sekitar 1.000 lebih masker.

Persediaan tersebut diprioritaskan untuk tim reaksi dan petugas yang sering turun ke lapangan. Sebagian lainnya dibagikan kepada masyarakat yang ditemui di kawasan terdampak asap.

Namun, jumlah masker yang tersedia masih terbatas.

Karena itu, distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kabut asap di lapangan.

Sementara sekolah masih berjalan normal, ancaman kabut asap kini mulai menjadi perhatian serius. Jika kondisi memburuk, opsi penyesuaian jam belajar hingga PJJ dapat diberlakukan demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Editor : Eddy Hardiyanto
opsi Kabut Asap Disdik Banjarmasin pjj