Inovasi Ahadi Ilhami, SMART ENGLISH CARD Bawa Pembelajaran Bahasa Inggris Lebih Interaktif

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:22 WIB
APLIKASI: Kegiatan penerapan Inovasi SMART ENGLISH CARD di SMA Negeri 1 Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). (Foto: Pemkab HSU)
APLIKASI: Kegiatan penerapan Inovasi SMART ENGLISH CARD di SMA Negeri 1 Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). (Foto: Pemkab HSU)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Belajar bahasa Inggris tidak melulu soal menghafal kosakata dan memahami teori tata bahasa. Melalui inovasi SMART ENGLISH CARD, siswa diajak mengasah kemampuan bahasa Inggris dengan cara bermain, berinteraksi, sekaligus berkompetisi.

Media pembelajaran berbasis kartu interaktif tersebut dikembangkan Ahadi Ilhami S Pd M Pd. Inovasi itu dirancang untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan vocabulary, grammar, speaking, listening, reading, dan writing dalam suasana pembelajaran yang lebih aktif dan menyenangkan.

Ahadi mengatakan, SMART ENGLISH CARD lahir dari kebutuhan menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang tidak monoton. Selama ini, sebagian siswa masih menganggap bahasa Inggris sebagai mata pelajaran yang sulit karena pembelajaran cenderung berfokus pada hafalan dan teori.

“Melalui permainan, siswa tidak hanya menghafal kosakata, tetapi juga langsung menggunakannya dalam kalimat dan berkomunikasi dengan teman,” ujar Ahadi yang juga Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten HSU, Rabu (19/8/2026). 

Mekanisme permainan dibuat sederhana. Siswa mengambil kartu secara bergiliran, kemudian menyusun kata yang diperoleh menjadi sebuah kalimat. Setiap kata atau kartu yang berhasil dimainkan memiliki nilai 10 poin.

Tidak berhenti di sana. Siswa juga diminta mengucapkan kata tersebut beserta artinya. Kalimat yang telah terbentuk kemudian dapat dikembangkan menjadi paragraf.

“Targetnya, siswa berani menggunakan bahasa Inggris secara langsung. Jadi, mereka belajar sambil bermain dan tidak terlalu takut melakukan kesalahan,” jelasnya.

Menurut Ahadi, salah satu keunggulan SMART ENGLISH CARD adalah kemampuannya mengintegrasikan empat keterampilan berbahasa, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut dipadukan dengan penguasaan kosakata dan tata bahasa.

Dengan model tersebut, siswa tidak hanya dituntut mengetahui teori. Mereka juga mendapatkan ruang untuk mempraktikkan materi secara langsung melalui aktivitas permainan.

Permainan ini juga memiliki tujuan yang lebih luas. Selain meningkatkan kemampuan akademik, SMART ENGLISH CARD diarahkan untuk membangun kepercayaan diri, keberanian berkomunikasi, kemampuan bekerja sama, kreativitas, serta kecepatan berpikir siswa.

Suasana kompetitif yang dibangun dalam permainan diharapkan dapat membuat proses pembelajaran lebih hidup. Kesalahan dalam menggunakan bahasa Inggris pun tidak lagi menjadi sesuatu yang harus ditakuti.

“Kalau suasananya menyenangkan, siswa biasanya lebih berani mencoba. Dari mencoba itulah kemampuan mereka bisa berkembang,” katanya. 

Dari sisi guru, SMART ENGLISH CARD juga dapat digunakan secara fleksibel. Kartu dapat dimanfaatkan sebagai kegiatan pembuka pembelajaran, latihan, penguatan materi, evaluasi sederhana, maupun permainan kelompok.

Tingkat kesulitan dan materi pada kartu pun dapat disesuaikan dengan jenjang pendidikan serta kemampuan siswa. Dengan begitu, penggunaannya dapat mengikuti kebutuhan pembelajaran di kelas.

Ahadi berharap inovasi tersebut dapat membuat pembelajaran bahasa Inggris semakin dekat dengan dunia siswa.

“Belajar bahasa Inggris tidak harus selalu melalui buku dan hafalan. Permainan, interaksi, dan pengalaman langsung juga bisa menjadi bagian dari proses belajar,” pungkasnya.

SMART ENGLISH CARD pada akhirnya tidak sekadar menjadi media permainan. Inovasi tersebut membawa pesan bahwa pembelajaran bahasa Inggris dapat berlangsung secara aktif, kreatif, interaktif, sekaligus menyenangkan. Siswa bermain, siswa berani, kemampuan bahasa pun terasah.

Editor : Fauzan Ridhani
inovasi Amuntai bahasa inggris Pemkab HSU Kabupaten Hulu Sungai Utara