Mahasiswi Uniska Raih Penghargaan Dean’s Honor Roll di Malaysia, Kuliah di Level Internasional Ketat

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:47 WIB
DEAN
DEAN'S HONOR ROLL: Putri Salsabila, mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP, Uniska MAB saat mengikuti Student Exchange di INTI International University, Malaysia. Ia meraih GPA 3,92.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa Banua di kancah akademik internasional. Putri Salsabila, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB), meraih Dean’s Honor Roll setelah mencatat GPA 3,92 saat mengikuti program Student Exchange di INTI International University, Malaysia.

Putri mengikuti program tersebut selama Agustus hingga Desember 2025. Ia mengambil program Digital Media di Faculty of Business and Communication (FBC) dan berhasil meraih nilai A pada seluruh mata kuliah yang diikutinya.

Capaian tersebut diraih setelah melewati proses adaptasi yang tidak mudah. Selain harus menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran internasional, Putri juga berhadapan dengan mahasiswa dari berbagai negara.

“Tantangannya lebih ke tugas dan proses beradaptasi dengan sistem pembelajaran internasional di sana,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).

Menurut Putri, tuntutan akademik di INTI cukup tinggi. Ia harus belajar lebih keras agar mampu mengimbangi mahasiswa lain yang menjadi rekan sekaligus pesaing dalam perkuliahan.

Tak jarang, tugas dikerjakan hingga larut malam bahkan menjelang subuh demi memastikan hasilnya sesuai standar yang ditetapkan.

“Kadang saya mengerjakan tugas sampai larut malam, bahkan subuh,” katanya.

Belajar hingga Dini Hari

Sistem perkuliahan di INTI juga berbeda dengan yang selama ini dijalaninya di Uniska. Dalam sepekan, kegiatan belajar terbagi dalam dua sesi, yakni lecture dan tutorial.

Pada sesi lecture, dosen menyampaikan materi perkuliahan. Sementara tutorial lebih banyak diisi diskusi, kuis, dan pengerjaan tugas bersama dosen.

Atmosfer kompetitif juga terasa di lingkungan asrama. Putri melihat banyak mahasiswa memiliki semangat belajar yang tinggi.

Ruang belajar terbuka di asrama bahkan tetap ramai hingga sekitar pukul 03.00. Ia pernah mengerjakan tugas sampai pukul 05.00 dan mendapati sejumlah mahasiswa lain masih belajar bersama.

“Di sana orang-orangnya ambis. Open space di asrama selalu ramai sampai jam 3 subuh karena banyak yang belajar,” tuturnya.

Meski berasal dari negara dan budaya berbeda, Putri menilai mahasiswa di INTI memiliki kedisiplinan belajar yang tinggi. Bahkan, suasana kelas tetap tertib meski dosen belum tiba.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang paling berkesan selama mengikuti program pertukaran mahasiswa.

Keluar dari Zona Nyaman

Mengikuti Student Exchange sejak awal memang menjadi pilihan Putri untuk keluar dari zona nyaman. Ia juga ingin merasakan pengalaman hidup jauh dari keluarga sekaligus membuka wawasan baru.

“Saya ingin keluar dari zona nyaman. Selain itu, saya ingin belajar banyak hal yang mungkin tidak bisa saya dapatkan kalau tidak mengikuti Student Exchange,” ungkapnya.

Selama di Malaysia, pengalaman Putri tidak hanya bertambah dari sisi akademik. Ia juga berkesempatan berteman dengan mahasiswa dari berbagai negara dan mengenal budaya yang sebelumnya belum pernah ditemuinya.

Lingkungan belajar yang kompetitif turut membuatnya semakin terpacu. Kebiasaan belajar bersama mahasiswa yang tekun mendorong Putri untuk terus meningkatkan kemampuan.

Kini, Dean’s Honor Roll dan GPA 3,92 menjadi bukti dari proses panjang yang dijalaninya selama berada di Malaysia.

Putri berharap pengalamannya dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa Banua lainnya untuk berani mengambil kesempatan belajar di tingkat internasional.

“Mahasiswa Banua memiliki potensi yang sama besarnya untuk bersaing di kancah internasional. Tinggal berusaha lebih lagi, karena dari situlah mental kita dibentuk,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
Dean’s Honor Roll malaysia mahasiswi Uniska