WWW.RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI – Universitas Sari Mulia (UNISM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Tahun ini, Tim PKM UNISM akan melaksanakan program pemberdayaan bagi Kelompok Tani Karya Tani 3 di Desa Sungai Jelai, Kabupaten Tanah Laut (Tala), melalui inovasi pengolahan hasil pertanian dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi hasil riset perguruan tinggi di tengah masyarakat.
Desa Sungai Jelai memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya komoditas beras lokal, labu kuning, dan jerami padi. Namun, selama ini hasil pertanian masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah yang diperoleh petani relatif rendah. Sementara itu, limbah jerami padi belum dimanfaatkan secara optimal dan sebagian besar hanya dibakar atau dibiarkan membusuk di lahan. Kondisi tersebut mendorong Tim PKM UNISM menghadirkan solusi berbasis inovasi dan teknologi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program ini, kelompok tani mendapatkan pelatihan pembuatan biskuit berbasis beras dan labu kuning sebagai pangan fungsional bergizi, serta pelatihan pemanfaatan jerami padi menjadi karbon aktif yang digunakan sebagai bahan baku sabun cair ramah lingkungan. Selain transfer teknologi, tim juga memberikan pendampingan dalam pengemasan produk, manajemen usaha, pencatatan keuangan, penentuan harga pokok produksi, hingga pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB).
Ketua Tim PKM, Apt Setia Budi M Farm mengatakan bahwa program ini dirancang untuk mengubah potensi lokal menjadi produk yang memiliki daya saing dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Melalui dukungan pendanaan dari DPPM, kami ingin menghadirkan hasil penelitian yang benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Potensi beras, labu kuning, dan jerami padi di Desa Sungai Jelai sangat besar. Dengan sentuhan inovasi, ketiga potensi tersebut dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan dan lingkungan."
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kelembagaan kelompok tani agar mampu mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Anggota tim, Apt Tuti Alawiyah S Farm MM menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah jerami padi menjadi karbon aktif merupakan salah satu bentuk penerapan hasil penelitian yang berorientasi pada ekonomi sirkular.
"Jerami padi yang selama ini dianggap sebagai limbah sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar. Melalui teknologi yang kami terapkan, limbah tersebut dapat diolah menjadi karbon aktif sebagai bahan baku sabun cuci piring ramah lingkungan. Dengan demikian, masyarakat memperoleh nilai ekonomi baru sekaligus membantu mengurangi limbah pertanian," ungkapnya.
Program ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Sari Mulia sebagai bagian dari implementasi pembelajaran di luar kampus sehingga memberikan pengalaman nyata dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, hingga evaluasi, Tim PKM menargetkan lahirnya produk unggulan Desa Sungai Jelai berupa biskuit beras-labu dan sabun cair berbahan karbon aktif jerami padi yang siap dipasarkan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperkuat kelembagaan kelompok tani, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan salah satu bentuk komitmen Universitas Sari Mulia dalam mengimplementasikan hasil penelitian melalui kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) diharapkan mampu mempercepat hilirisasi inovasi perguruan tinggi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, khususnya di Desa Sungai Jelai, Kabupaten Tala.
Editor : Fauzan Ridhani