RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - Tim dosen dan mahasiswa Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA MAB) Banjarmasin dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) melaksanakan Pelatihan Pembuatan Jamu Pencegahan Anemia dan Home Remedies untuk Mitigasi Kesehatan Mental Remaja. Pelatihan digelar di Desa Tungkaran, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), pada 18 Juli 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMENDIKTISAINTEK) melalui Program BIMA. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi dan keterampilan kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja.
Pelatihan dilaksanakan dengan mengintegrasikan dua aspek penting dalam kesehatan remaja, yaitu pencegahan anemia dan pemeliharaan kesehatan mental. Kedua aspek tersebut menjadi perhatian penting karena remaja berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan dukungan kesehatan fisik maupun psikologis.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan edukasi mengenai anemia, faktor risiko, upaya pencegahan, serta pemanfaatan bahan-bahan alami yang dapat diolah menjadi jamu. Selain memperoleh materi, peserta juga mengikuti praktik secara langsung mengenai pembuatan jamu sehingga diharapkan mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, kegiatan juga memberikan edukasi mengenai home remedies sebagai upaya sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan rumah untuk membantu menjaga kesehatan dan mendukung mitigasi masalah kesehatan mental pada remaja.
Melalui edukasi tersebut, peserta diajak untuk lebih mengenali pentingnya menjaga kesehatan mental, mengelola tekanan dan stres dalam kehidupan sehari-hari, serta memahami pentingnya mencari dukungan dari orang tua, keluarga, guru, tenaga kesehatan, maupun pihak lain yang dipercaya ketika menghadapi permasalahan psikologis.
Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dari UNISKA MAB dan UMB dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi mahasiswa sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mahasiswa turut berperan dalam pelaksanaan edukasi dan praktik, sehingga kegiatan pengabdian menjadi ruang untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi secara langsung di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya kesadaran remaja untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri serta meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkan perilaku hidup sehat. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga dapat dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Dengan adanya kegiatan ini, perguruan tinggi melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa berupaya mengambil bagian dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif. Edukasi kesehatan yang dipadukan dengan praktik diharapkan dapat menjadi langkah sederhana namun berkelanjutan dalam mendukung kesehatan remaja di Desa Tungkaran.
Seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMENDIKTISAINTEK) melalui Program BIMA berdasarkan Kontrak Nomor 214/C3/DT.05.00/PM/2026. Tim Pengabdian kepada Masyarakat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada KEMENDIKTISAINTEK atas dukungan yang telah diberikan, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya remaja di Desa Tungkaran.
Editor : Fauzan Ridhani