RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Berawal dari mengelola bimbingan belajar (bimbel) seorang diri, Finda Vericha Ngenda kini mengembangkan Bimbel Bunga di Martapura bersama dua orang lainnya.
Pemilik Bimbel Bunga tersebut menjadi salah satu peserta program Rocket YABN. Ia mengikuti Rocket Incubation 2026 sejak pertengahan 2025 dan mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan bisnis yang telah dirintis sejak 2021.
Bimbel Bunga bergerak di bidang jasa pendidikan. Mulai dari pendidikan anak usia dini, hingga persiapan karier. Mahasiswi pendidikan S3 Administrasi Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu mengaku mendapatkan banyak pembelajaran selama mengikuti program tersebut.
Salah satunya mengenai pengelolaan keuangan, branding dengan memanfaatkan teknologi, promosi dan marketing, hingga penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Memorandum of Understanding (MoU).
“Selama ikut beasiswa ada mentoring dan tugas dari tim langsung Pak Sandi. Pelajarannya tentang managing keuangan, branding memakai teknologi, promosi atau marketing, membuat SOP, MoU,” ujar Finda.
Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan perubahan cukup besar bagi perkembangan Bimbel Bunga.
Ia merasa tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan bisnis, tetapi juga lebih memahami bagaimana membangun sistem agar usaha dapat berkembang. “Saya senang banget ikut program ini. Perkembangannya sangat pesat,” katanya.
Perjalanan Finda menjadi gambaran bagaimana program inkubasi tidak hanya ditujukan bagi mereka yang telah memiliki bisnis besar.
Pesertanya juga berasal dari kalangan yang masih berada pada tahap awal dan membutuhkan pendampingan untuk mengubah ide menjadi usaha yang lebih konkret.
Finda menjadi salah satu peserta yang berhasil melaju ke tahap akselerasi tingkat nasional melalui Rocket Acceleration 2026.
Pada tahap tersebut, ia berharap dapat kembali mengembangkan Bimbel Bunga dan membawa usahanya ke level yang lebih tinggi. “Saya berharap bisa sukses di tahap selanjutnya,” pungkasnya.
Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), Zuraida Murdia Hamdie mengatakan semangat tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya berkolaborasi dalam program inkubasi entrepreneur bersama Yayasan Indonesia Setara dan Sandination Academy.
Menurut Zuraida, program tersebut merupakan bagian dari pembinaan penerima beasiswa Indonesia Bright Future Leader (IBFL) Adaro-YABN dan ULM. “Seiring waktu kami melihat tidak semua anak ingin jadi karyawan. Ada yang mau jadi entrepreneur,” ujarnya.
Dari 50 peserta yang mengikuti program, sebanyak 24 peserta dinyatakan lulus program Rocket Inkubasi 2026. "Yang pasti mereka telah mendapatkan experience dan pendampingan. Saya ucapkan selamat dan sukses ke depannya," tuntasnya.
Editor : Fauzan Ridhani