Pilrek ULM Dikabarkan Bakal Digelar Diulang, Panitia Tunggu Arahan Kementerian

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:56 WIB
TUNGGU ARAHAN: Putaran pertama pemilihan Rektor ULM yang digelar pada 22 Juli 2026 lalu, berpotensi dilakukan pengulangan.
TUNGGU ARAHAN: Putaran pertama pemilihan Rektor ULM yang digelar pada 22 Juli 2026 lalu, berpotensi dilakukan pengulangan.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026–2030 berpeluang diulang.

Kemungkinan tersebut mencuat setelah proses pengerucutan bakal calon rektor yang digelar pada 22 Juli 2026 lalu, kini harus kembali diverifikasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Ketua Panitia Pilrek ULM, Prof Ifrani mengatakan pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Kemendibudristek terkait tahapan Pilrek ULM.

Sejumlah berkas diminta untuk melengkapi persyaratan administrasi. Berkas tersebut selanjutnya diserahkan kepada Kemendikbudristek untuk diverifikasi.

“Hari ini, berkas tersebut akan kami serahkan untuk diverifikasi. Terkait apakah nantinya akan ada pemilihan ulang atau tidak, kami masih menunggu hasil verifikasi dan arahan dari Kementerian,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Ifrani menegaskan, Panitia Pilrek ULM akan mengikuti seluruh keputusan dan arahan kementerian sesuai ketentuan yang berlaku.

Isu Bukan Sekadar Administrasi

Di tengah proses verifikasi tersebut, muncul kabar bahwa Pilrek ULM akan kembali digelar pada 19 Agustus mendatang.

Namun, persoalan yang menjadi perhatian bukan sekadar kelengkapan berkas administrasi. Informasi yang beredar justru mengarah pada dugaan adanya persoalan dalam tahapan pemungutan suara putaran pertama.

Terkait hal tersebut, Panitia Pilrek ULM belum memberikan penjelasan secara tegas. Ifrani hanya menyampaikan bahwa pihaknya menyerahkan berkas kepada kementerian untuk diverifikasi dan selanjutnya menunggu arahan.

“Nanti perkembangannya saya sampaikan kembali,” katanya singkat.

Informasi lain yang beredar menyebutkan Panitia Pilrek bersama Senat ULM telah berada di Jakarta untuk memenuhi panggilan Kemendikbudristek.

Namun, informasi tersebut hingga kini belum terkonfirmasi secara jelas.

Ketua Senat ULM, Prof Luthfi juga belum memberikan keterangan terkait kabar tersebut. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, ia hanya sempat merespons salam sebelum komunikasi terputus. “Waalaikum salam,” ujarnya singkat.

Tiga Kandidat Sudah Mengerucut

Sebelumnya, tahapan Pilrek ULM telah memasuki fase penting. Dari empat bakal calon, tiga nama ditetapkan melaju sebagai calon Rektor ULM setelah mengikuti proses pemungutan suara yang dilakukan Senat ULM secara tertutup.

Ketiga nama tersebut yakni Prof Ahmad Alim Bachri, Dr Iwan Aflanie, dan Dr Rusmansyah.

Sementara Prof Muthia Elma tersisihkan setelah memperoleh suara lebih rendah dalam proses pengerucutan tersebut.

Prof Ahmad Alim Bachri diketahui menjadi kandidat dengan perolehan suara terbanyak pada putaran pertama. Namun, ketika dimintai tanggapan terkait perkembangan terbaru Pilrek ULM, ia memilih tidak banyak berkomentar.

“Kita ikuti semua arahan kebijakan kementerian dengan sebaik-baiknya,” ujarnya singkat.

Adapun perolehan suara terbanyak kedua sebelumnya dikantongi Dr Iwan Aflanie. Ia juga belum bersedia memberikan komentar lebih jauh mengenai kemungkinan pengulangan proses Pilrek ULM.

Upaya memperoleh keterangan dari Dr Rusmansyah dan Prof Muthia Elma juga telah dilakukan. Namun, keduanya belum memberikan respons.

Dengan proses verifikasi yang kini berada di tangan kementerian, kepastian apakah Pilrek ULM akan dilanjutkan ke tahapan berikutnya atau justru diulang masih menjadi tanda tanya.

Panitia Pilrek ULM menyatakan akan menunggu hasil verifikasi dan arahan resmi kementerian sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
Pilrek ULM kementerian panitia